Hidupkan UMKM, Tim 1 KKN Desa Belor Adakan Pelatihan Pembuatan Nugget ‘Jarwo’ (Jagung dan Wortel)

(Dok.Istimewa)

Kecamatan Ngaringan merupakan kecamatan yang terletak di Kabupaten Grobogan yang memiliki berbagai potensi. Di Kecamatan Ngaringan sendiri terdapat 12 desa dengan potensinya masing-masing. Salah satu desa yang ada di kecamatan tersebut adalah Desa Belor yang menjadi lokasi KKN Tim I Undip.

Pada Minggu (3/2), KKN Tim I Desa Belor telah melaksanakan program multidisiplin yang berjudul “Pemberdayaan Masyarakat melalui Pembuatan Nugget ‘Jarwo’ (jagung dan wortel)”. Program tersebut dilaksanakan di Balai Desa Belor dan dihadiri oleh kader PKK beserta ibu-ibu kepala dusun. Di dalam rangkaian acara tersebut, Tim menjelaskan beberapa hal mengenai berbagai macam produk jagung, kandungan gizi dalam jagung, cara pembuatan nugget jagung, cara pengawetan, dan cara pemasaran produk melalui media sosial.

Jagung dan wortel sendiri dipilih sebagai bahan baku pembuatan nugget karena kedua bahan tersebut mudah diperoleh dan harganya terjangkau. Terlebih lagi, tanaman jagung merupakan salah satu komoditas utama yang dihasilkan Desa Belor. Akan tetapi, jagung yang dihasilkan di Desa Belor biasanya langsung dijual oleh petani. Jarang sekali terdapat pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mengolah jagung menjadi produk baru. Oleh sebab itu, Tim berupaya untuk memanfaatkan komoditas jagung di Desa Belor agar meningkatkan nilai tambah dan dapat memberdayakan masyarakat.

(Dok.Istimewa)

Pada awal pelaksanaan program, Tim memaparkan mengenai berbagai produk jagung, mulai dari pengolahan bonggol jagung menjadi pakan ternak, kerajinan, hingga berbagai produk makanan. Kemudian Tim berinovasi untuk mengembangkan jagung menjadi produk yang lebih bernilai tambah, yaitu diolah menjadi nugget. Selain itu, gagasan pembuatan nugget jagung juga digunakan untuk meningkatkan minat anak-anak untuk mengonsumsi sayuran, terlebih pada jagung yang sarat akan kandungan gizi. Kemudian Tim juga menjelaskan bagaimana cara membuat nugget jagung tersebut melalui pemutaran video dan peragaan secara langsung menggunakan alat dan bahan yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Tak lupa juga, Tim memaparkan pula cara pengawetan nugget jagung menggunakan media yang sederhana, yaitu dengan memasukkan plastik yang berisi nugget ke dalam air guna menghilangkan udara yang ada di dalam plastik. Hal yang tak kalah penting yaitu mengenai pemasaran produk nugget jagung tersebut melalui media sosial. Sebelum memasuki tahap pemasaran ke media sosial, Tim juga menjelaskan mengenai bagaimana branding produk yang baik. Penamaan nugget ‘Jarwo’ digunakan agar produk mudah diingat oleh para konsumen. Keunikan nama dan tagline menjadi ciri khas tersendiri dari produk nugget ‘Jarwo’. Pemilihan media sosial sebagai media pemasaran dilatarbelakangi oleh telah banyaknya warga desa Belor yang menggunakan telepon pintar dan telah terhubung di media sosial. Selain itu, pemasaran produk melalui media sosial cenderung lebih praktis dan murah. Di akhir program, para tamu undangan terlihat antusias terhadap produk nugget jagung yang dihasilkan oleh Tim dan berencana untuk membentuk kelompok UMKM guna mengembangkan produk nugget jagung tersebut.

Normawati Susanto

Departemen Hubungan Internasional