Hari Buruh Internasional

This slideshow requires JavaScript.

Buruh di seluruh dunia termasuk Indonesia memperingati 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional atau sering disebut May Day. Pada tanggal tersebut, para buruh menyuarakan aspirasinya ke pemerintah guna didengar dan diperjuangkan hak-haknya.

Perjuangan meraih hak-hak buruh telah dimulai sejak abad ke-19. Saat era tersebut terjadi aksi mogok kerja oleh pekerja Cordwainers, perusahaan pembuat sepatu di Amerika Serikat. Aksi tersebut bergulir ke meja hijau hingga terungkap fakta tidak terduga bahwa pekerja benar-benar diperas keringatnya. Mereka bekerja untuk perusahaan selama 19-20 jam per harinya.

Setelah adanya aksi tersebut, kelas pekerja Amerika Serikat mulai mengagendakan perjuangan bersama, yaitu tuntutan pengurangan jam kerja. Banyak aksi mogok kerja maupun demonstrasi yang terjadi di beberapa kota besar di Amerika Serikat selama kurun waktu setelah aksi mogok kerja pertama. Pada tahun 1872, Peter McGuirre, seorang pekerja asal New Jersey mulai mengorganisasi perjuangan ini. Ia mempunyai peran penting dalam menyuarakan hak buruh. Tugas McGuirre di antaranya menghimpun kekuatan buruh dan melobi pemerintah agar menyediakan uang lembur bagi kaum buruh.

Perjuangan buruh tidak pernah kenal kata menyerah, pada 5 September 1882 digelar Parade Hari Buruh pertama di New York yang diikuti 20.000 buruh seantero Amerika Serikat. Mereka menuntut direduksinya jam kerja menjadi 8 jam per hari, sesuai dengan spanduk dalam aksi tersebut yang bertuliskan “8 jam kerja, 8 jam istirahat, dan 8 jam rekreasi”. Pekerja berargumen bahwa pembagian 8 jam tersebut merupakan waktu yang ideal bagi kehidupan kaum buruh.

Tidak hanya sampai di situ, kaum buruh kembali melakukan aksi demonstrasi selama empat hari terhitung dari 1 Mei – 4 Mei 1886. Demonstrasi tersebut mempunyai massa lebih banyak daripada parade yang dilaksanakan sebelumnya, sekitar 400.000 buruh turun ke jalan melakukan aksi tersebut. Kaum buruh masih mengusung tuntutan yang sama. Puncak dari aksi ini terjadi pada tanggal 4 Mei 1886 saat pekerja melakukan pawai besar-besaran dan berakhir dengan tembakan membabi buta dari polisi yang menyebabkan ratusan buruh tewas di tempat kejadian. Peristiwa sejarah tersebut dikenal dengan Peristiwa Haymarket.

Pada 1889, diselenggarakan Kongres Sosialis Dunia di Paris yang membahas Peristiwa Haymarket dan menetapkan tanggal 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional serta menyetujui tuntutan pereduksian jam kerja buruh.