Gus Mus Usulkan Penelitian tentang Masa Kecil Koruptor

Seminar Nasional Psikologi Transpersonal-Spritual di Gedung Prof Soedarto Undip, Rabu, 9 Oktober 2013, dengan pembicara (dari kiri) Prof Eko Budihardjo, KH. Mustofa Bisri, dan Hastaning Sakti. (Dian/Manunggal)

Seminar Nasional Psikologi Transpersonal-Spritual di Gedung Prof Soedarto Undip, Rabu, 9 Oktober 2013, dengan pembicara (dari kiri) Prof Eko Budihardjo, KH. Mustofa Bisri, dan Hastaning Sakti. (Dian/Manunggal)

ManunggalCybernews – Budayawan KH Mustofa Bisri atau Gus Musmengatakan hubungan keluarga yang harmonis, secara tidak langsung akan mendidik anak dengan budi pekerti. Lantas, Gus Mus mempertanyakan bagaimana para koruptor, yang seperti tidak memiliki budi pekerti di negeri ini melewati masa kecilnya. Apakah masa kecil mereka berbahagia bersama keluarga?

Gus Mus mengatakan, keluarga, terutama ibu, memiliki magnet kuat untuk mendidik budi pekerti anaknya. Hubungan anak dan ibu yang dekat, akan memunculkan nilai-nilai kebaikan tentang cara berinteraksi. Terlebih, bila sang anak dibiasakan melakukan hal-hal sederhana yang mengandung nilai kebaikan. “Kasih sayang ibu memang luar biasa. Tapi akan lebih sempurna kalau ayah dan ibu mendidik anak bersama-sama,”kata Gus Mussaat menjadi pembicara di Seminar Nasional Psikologi Transpersonal-Spiritual di Gedung Prof Soedarto Undip Semarang, Rabu, 9 Oktober 2013.

Berkaca dari teori sederhana itu, Gus Mus mulai mempertanyakan para tokoh yang seolah tidak dididik budi pekerti. Tanpa budi pekerti itu, seseorang akan dengan mudah melakukan tindakan tidak terpuji, seperti korupsi. “Mungkin perlu ada penelitian bagaimana masa kecil Nazaruddin, Gayus, Luthfi Hasan Ishaq, dan Akil Mochtar. Jangan-jangan ada masalah dengan ibunya,” kata Gus Mus, diiringi gelak para peserta seminar.

Usul penelitian tentang didikan orang tua yang berkaitan dengan budi pekerti itu sengaja Gus Mus sampaikan dalam seminar. Pasalnya, mayoritas peserta seminar adalah kalangan akademisi Undip. “Siapa tahu ada yang berminat. Penelitian tentang itu kan penting.”

Gus Mus hadir sebagai pembicara dalam Seminar Nasional Psikologi Transpersonal-Spiritual bersama budayawan yang juga Rektor Undip 1998-2006, Profesor Eko Budihardjo dan psikolog Hastaning Sakti. Seminar itu menjadi rangkaian perayaan Dies Natalis Undip ke-56 yang bertema Berkarya dengan Empati. Seminar psikologi kali ini, menurut ketua panitia yang juga Dekan Fakultas Psikologi, Prasetyo Budi Widodo, menekankan pada pentingnya keluarga sebagai pendidik pertama bagi manusia dan spiritual sebagai pijakan utama manusia saat bertindak. (Dian/Manunggal)