Gua Akbar : Pesona Keindahan Bebatuan Yang Terkikis Oleh Air

Dokumentasi Istimewa.

Jika anda berkunjung ke kota Tuban di Jawa Timur, tidak ada salahnya jika Anda mampir ke salah satu destinasi wisatanya yang indah dan memiliki sejarah religius, yaitu Gua Akbar. Jika pada umumnya mulut gua berada di atas tanah atau sejajar dengan tanah, maka lain halnya dengan Gua Akbar yang memiliki mulut gua berada di sebuah lubang besar bawah tanah. Sangat disayangkan jika Anda berada di kota Tuban, namun tidak mengunjungi wisata Gua Akbar di Tuban yang mempunyai keindahan dan keunikan tersendiri dibanding dengan gua pada umumnya. Bagaimanakah rasanya berpetualang menelusuri lorong-lorong gua? Apa saja cerita yang tersimpan di balik keindahan Gua Akbar ini?

Terletak di Dusun Semanding, Desa Gedongombo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban dan berjarak kurang lebih 5 kilometer dari pusat Kota Tuban atau alun-alun Kota Tuban. Objek wisata ini menjadi salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi oleh para wisatawan. Kondisi jalan menuju lokasi Gua Akbar terbilang cukup bagus namun sempit, karena sering digunakan oleh masyarakat sekitar untuk beraktivitas, apalagi destinasi wisata ini berdekatan dengan sebuah pasar tradisional. Selain itu, Anda juga di sarankan untuk tidak menggunakan transportasi mobil ketika menuju lokasi, dikhawatirkan terjadi kemacetan di sekitar area tersebut.

 Setelah sampai di titik lokasi, Anda akan melihat keramaian jual beli di pasar. Namun Anda tidak perlu khawatir, masyarakat yang ramah akan membantu Anda untuk sampai ke lokasi Gua Akbar tersebut. Setiba di lokasi, Anda akan melihat loker tiket berwarna hijau. Untuk hari Senin-Jum’at, wisatawan akan dikenakan biaya sebesar Rp4.000 dan Rp5.000 untuk hari Sabtu, Minggu, dan hari libur. Sebelum memasuki gua, Anda akan melihat beberapa satwa yang dirawat di dalam kandang dan masyarakat yang masih berjualan. Saat mendekati mulut Gua Akbar, Anda akan turun terlebih dahulu ke sebuah lubang yang sudah tersedia tangga. Sambil menuruni tangga, mata Anda akan dimajakan dengan pemandangan dari atas tangga melihat panorama indah di sekitar area gua tersebut.

Untuk menelusuri gua, Anda akan berjalan mengikuti jalan yang sudah dipaving dan telah dipagari, jadi Anda tidak perlu khawatir akan tersesat di dalam gua. Selain itu, di dalam gua juga sudah tersedia lampu penerang yang berwarna-warni di setiap sudut gua. Anda juga tidak perlu khawatir saat berada di dalam gua, karena di beberapa sudut gua juga terdapat pancaran sinar matahari yang membuat gua tidak lagi menjadi gelap. Namun ketika sampai di tengah perjalanan, Anda akan menjumpai bau-bau yang saat tidak enak dan menyengat. Hal tersebut dikarenakan lokasi gua yang sudah lebih dalam dan terdapat sarang kelelawar dan kotorannya, sehingga ketika Anda memasuki gua disarankan untuk memakai masker untuk meminimalisir bau yang akan tercium. Di dalam gua, Anda juga akan melihat sebuah kolam kecil yang dipercaya sebagai tempat bersemedinya para sunan. Meski begitu, fasilitas di wisata ini terbilang cukup lengkap, mulai dari toilet, tempat beribadah yang berada di dalam Gua, tempat selfie dengan teman maupun keluarga, sampai dengan warung-warung kecil yang berada tidak jauh dari jalan keluar gua.

Sejarah dan Perkembangan

Dokumentasi Istimewa.

 Sejarah adanya nama Gua Akbar sendiri diambil dari nama pohon abar yang berada di depan Gua Akbar sendiri. Namun sumber lain mengatakan jika nama Akbar tersebut diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Tuban yang merupakan kepanjangan dari Aman, Kreatif, Bersih, Asri, dan Rapi. Selain itu, Gua Akbar ini juga memiliki sejarah religius, yaitu tempat bersemedi Sunan Bonang dan Sunan Kalijogo, dan tempat berkumpulnya para wali untuk berdiskusi.

Menurut Syifa, salah satu masyarakat asli Tuban mengatakan jika dulunya gua ini adalah tempat persembunyian Brandal Lokojoyo sebelum ia menjadi seorang Wali Songo. “Pada awalnya, gua ini digunakan oleh Sunan Bonang dan Sunan Kalijogo untuk bertapa. Gua ini juga merupakan tempat bersembunyinya RM Sahid alias Brandal Lokojoyo yang sekarang kita kenal sebagai Sunan Kalijogo,” ujarnya. Ia juga mengatakan bahwa Gua Akbar ini pernah tidak dikunjungi lagi dan dijadikan sebagai sarang bagi maling melarikan diri dari kejaran warga. “Gua Akbar ini dulunya juga sempat dipakai sebagai tempat bersembunyinya para maling, namun warga tidak berani mengejar mereka dikarenakan gua ini keramat. Namun ada beberapa orang yang melakukan sebuah ekspedisi ke dalam gua. Alhasil, mereka terpukau dengan keindahan bebatuan-bebatuan yang terkikis oleh air dan mencoba untuk mendokumentasikan hasil ekspedisi mereka untuk dipertimbangkan sebagai objek wisata karena keindahaanya tersebut,” lanjutnya.

 Namun dibalik sejarah itu semua, ada sesuatu yang sangat menarik perhatian. Anda dapat menemukan sebuah prasasti modern setelah memasuki loker tiket. Dalam prasasti tersebut terdapat sebuah tulisan “GOA AKBAR, telah lama engkau dikenal sejak kejayaanmu di abad XIII yang silam sampai engkau terlantar dan tenggelam dalam sampah dan belukar. Pada bulan Mei 1996, hadir bapak H. Hindarto sebagai bupati kepala daerah tingkat II Tuban, engkau diangkat kembali kepermukaan, ditata nan rapi dengan sentuhan keindahan dipadu dengan latar belakang sejarah Tuban menjadi tempat wisata alam yang indah dan menakjubkan. Terima Kasih Bapak H. Hindarto”.

Sebagai tempat wisata, pengolaan Gua Akbar cukup serius. Mulai dari pintu masuk hingga jalur menyusuri lorong sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk kenyamanan dan keamanan pengunjung. Gua Akbar selalu mendapatkan perawatan dan peningkatan fasilitas sebagai salah satu bentuk dari pelestarian wisata alam agar tetap hidup. Namun, lahan untuk memperluas fasilitas kini berkurang karena dekatnya wisata dengan pasar yang berada di depan tempat lokasi wisata Gua Akbar.

Daya Tarik

Dokumentasi Istimewa.

Gua Akbar memiliki pesona keindahan yang layak sekali dijadikan tempat untuk mengisi liburan, baik dari dalam maupun dari luar gua. Dari segi luar, di atas gua terdapat peneduh berbentuk seperti pendopo yang sangat besar guna mencegah panas dan hujan masuk ke dalam gua. Selain itu, bentuk gua yang cukup unik memberikan sebuah kesan yang berbeda ketika Anda melihat gua dari atas tangga.

Dalam gua, Anda akan menemui lorong-lorong yang terdapat stalaktit dan stalakmit yang sangat indah dengan beragam bentuk dan ukuran. Cahaya yang masuk dari luar gua memberikan kesan yang nyaman bagi wisatawan yang datang. Selain itu, terdapat lampu dengan berbagai warna yang menghiasi sudut-sudut gua memberikan kesan tambahan akan keindahan bentuk bebatuan gua tersebut. Tidak lupa pula, terdapat suara lantunan musik dari speaker di dalam gua yang selalu menemani perjalanan Anda menyusuri gua. Anda juga akan dimanjakan dengan suara aliran sungai yang cukup deras mengalir di bawah jalan berpaving. Suhu udara ketika berada di dalam gua cukup lembab, itu dikarenakan beberapa lorong gua yang kecil dan kurang udara. Beberapa bagian gua juga tersedia keran air dan kolam air yang dapat digunakan para wisatawan membasuh muka.

Namun,  ada sumber yang mengakatan jika wisata Gua Akbar ini mengalami penurunan belakangan tahun ini dikarenakan tempat wisata yang kurang memberi hiburan tambahan. Dikutip dari Surya.co.id (21/7/2016), Heru Trijatmiko selaku Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Tempat Rekreasi Dinas Perekonomian dan Pariwisata Tuban mengatakan, persentase kedatangan wisatawan di Gua Akbar mengalami penurunan yang cukup signifikan, bahkan mencapai penurunan 10 persen dibanding tahun lalu. “Beda dengan objek wisata yang ada hiburannya. Biasanya, pengunjung masuk berkali-kali. Kalau objek wisata gua, pengunjung masuk sekali sudah tidak kembali lagi,” ujarnya. Heru mengatakan, puncak keramaian pengunjung Gua Akbar terjadi ketika tahun 1989. “Saat itu, pengunjung masih membludak. Mungkin sekarang pengunjung sudah jenuh. Contoh di Gua Maharani (di Lamongan) juga seperti itu. Objek gua biasanya booming saat ditemukan,” lanjutnya.

Sementara itu, anggota komisi B DPRD Tuban, Muhammad Musa, mengkritik kinerja pihak Dinas Perekonomian dan Pariwisata yang tidak bisa menaikkan jumlah pengunjung di Gua Akbar. Menurutnya, penyebab menurunnya pengunjung karena akses jalan dan lokasi yang kurang memadai. Ia menyebut, kesemerawutan penataan akses parkir, akses jalan sempit dan kurang nyaman, dan bau busuk dari sampah basah di Pasar Baru Tuban dinilai menjadi penyebab wisatawan malas berkunjung ke sana. “Objek wisata ini (Gua Akbar) bisa-bisa mati, tak ada pengunjungnya lagi. Indikasinya, setiap tahun pendapatan dari objek wisata itu turun. Saya sarankan, kalau Gua Akbar ingin dikunjungi wisatawan, pasar harus dipindah,” ucapnya saat ditemui di ruang Sidang Paripurna DPRD Tuban.

 

Saran dan Tips Berwisata

Sebelum berkunjung sebaiknya Anda siapkan diri Anda, baik dari segi fisik maupun psikologis. Persiapan secara fisik penting karena Anda akan berjalan di sebuah lorong gua dan panjang, jangan lupa makan juga sebelum berpetualang supaya Anda kuat dan selamat sampai ke luar gua. Persiapan mental atau psikologis juga penting demi menunjang niat Anda untuk berpetualang di dalam gua yang bersejarah dan indah ini. Meskipun medan ketika menyusuri gua ini tidaklah sulit, namun apabila kondisi Anda sedang tidak baik, maka akan dapat mempengaruhi suasana hati Anda dan malah ingin secepatnya keluar dari gua tersebut.

Bagi anda yang hobi ber-selfie, sebaiknya menggunakan kamera yang memiliki flash yang menyala terang agar foto Anda terlihat dengan jelas. Jangan lupa untuk membawa air minum saat memasuki gua, karena di dalam gua tidak ada penjual minuman, apalagi makanan. Namun, jangan lupa untuk tidak membuang sampah sembarangan di dalam gua demi kelestarian wisata alam. Perlu diingat juga, ketika berjalan masuk Anda diharapkan untuk tidak berputar arah atau melawan arus jalan dan keluar melewati jalan masuk. Hal tersebut disebabkan karena jalan yang tidak luas dan juga demi menjaga ketertiban di dalam gua.

Pesona yang indah dan alami Gua Akbar membuat saya takjub akan ciptaan-nya. Tidak ada sedikitpun rasa lelah yang terasa ketika saya berjalan berpetualang di dalam gua dengan ditemani lantunan lagu dan suara gemercik air sungai yang tenang, tak lupa pula sinar cahaya yang terang membuat kesan akan pesona keindahan Gua Akbar semakin menakjubkan. Tidak ada salahnya jika Anda mengunjungi gua ini ketika berada di Kota Tuban. Lalu bagaimanakah dengan Anda? Tertarikkah Anda untuk ke sini? (Alfio/Manunggal).