Greengrove Tingkatkan Kepedulian Mahasiswa terhadap Lingkungan

Pengarahan cara penanaman mangrove kepada siswa SD Negeri Bedono 3 dan peserta Greengrove 2016 oleh Kepala Sekolah, Nashuha, Sabtu (23/4). (Fajrin/Manunggal)

Pengarahan cara penanaman mangrove kepada siswa SD Negeri Bedono 3 dan peserta Greengrove 2016 oleh Kepala Sekolah, Nashuha, Sabtu (23/4). (Fajrin/Manunggal)

ManunggalCybernews—Mahasiswa Pecinta Alam Teknik Sipil (Mapateksi) Undip mengadakan Greengrove, yakni kegiatan penanaman mangrove di daerah Bedono, Demak, Sabtu (23/4). Greengrove merupakan kegiatan tahunan yang telah berjalan sejak lima tahun terakhir, dimulai dari tahun 2012 hingga 2016.

“Tahun ini, kami mendapatkan bibit dari 3 instansi, dari BKP Kabupaten Demak 2000 bibit, Kehutanan Jawa Tengah 2000 bibit, dan BPH 2000 bibit, sehingga tahun ini bisa menyediakan 6000 bibit yang siap ditanam oleh peserta Greengrove 2016,” ujar Ketua Mapateksi, Afrinaldi Tanjung.

Dalam pelaksanaan Greengrove, Mapateksi bekerjasama dengan SD Negeri 3 Bedono, sekolah yang telah bekerja sama dengan Organization for Industrial and Cultural Advancement (OISCA) Jepang. OISCA merupakan organisasi internasional yang bergerak dalam bidang pembangunan lingkungan berkelanjutan.

Greengrove mendapat sambutan positif dari pihak SD Negeri 3 Bedono. “Sebagai warga sekolah, kepedulian para mahasiswa untuk menanam mangrove di desa kami merupakan suatu penghargaan karena dampaknya dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar. Ketika air sedang pasang, air dapat dihadang dengan mangrove. Mangrove juga mengurangi adanya angin laut yang besar, dan ikan semakin dapat berkembang biak di akar-akar mangrove,” ujar Kepala Sekolah SD Negeri 3 Bedono, Nashuha.

Fandi Alim, Ketua Panitia Greengrove, mengatakan bahwa persiapan kegiatan ini juga melibatkan UKM pecinta alam dari beberapa universitas, di antaranya Universitas Pandanaran dan Universitas Negeri Semarang. Panitia juga mendapatkan dukungan finansial maupun material, sehingga para peserta tidak dipungut biaya. (Dwi/Manunggal)