Gerakan Undip Mengajar, Mengabdi untuk Memotivasi dan Menginspiasi

Para Diponegoro Muda melakukan sosialiasasi cara hidup bersih dan sehat kepada anak-anak di SDN 01 Panikel, Sabtu (04/08) (Dok. Pribadi)

Para Diponegoro Muda melakukan sosialiasasi cara hidup bersih dan sehat kepada anak-anak di SDN 01 Panikel, Sabtu (04/08) (Dok. Pribadi)

Manunggal Cybernews – Siapa yang tidak mengetahui Gerakan Indonesia Mengajar, hampir semua orang mengenal gerakan yang dipelopori oleh Anies Baswedan ini. Reaksi positif berhasil mewarnai perjalanan gerakan tersebut, karena selain memajukan pendidikan di Indonesia, Gerakan Indonesia Mengajar juga memberikan inspirasi bagi banyak orang termasuk para mahasiswa di Universitas Diponegoro.

Gerakan Undip Mengajar (GUM) yang terinspirasi dari Gerakan Indonesia Mengajar, saat ini sudah terlaksana sebanyak tiga kali dalam periode tiga tahun. Kegiatan yang diinisiasikan oleh Bidang Pengabdian Masyarakat BEM Undip ini juga berfokus pada bidang pendidikan anak-anak tingkat Sekolah Dasar yang berada di daerah dengan kriteria 3T, yaitu terpencil, tertinggal, dan terbelakang.

Adapun tujuan dari GUM Jilid III adalah membantu anak-anak di daerah tersebut agar mendapat pendidikan layak sekaligus menginspirasi dan memotivasi mereka untuk selalu belajar dan bersekolah agar mampu meningkatkan kualitas pendidikan dan SDM di Indonesia. Selain itu, GUM Jilid III juga bertujuan untuk meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap sesama melalui pengabdian.

Tahun ini, para Diponegoro Muda (sebutan bagi para pengajar dalam Gerakan Undip Mengajar Jilid III) melakukan penerjunan di SDN 01 Panikel dan SDN 03 Panikel yang terdapat di Desa Panikel, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Penerjunan berlangsung dari tanggal 3 sampai 17 Agustus 2015. Selama dua minggu para Diponegoro Muda tinggal di rumah-rumah warga dan menjadi bagian dari keluarga tersebut.

Para Diponegoro Muda yang melaksanakan kegiatan ini merupakan mahasiswa aktif Undip yang berasal dari berbagai jurusan setelah melewati tahapan seleksi. “Antusiasme mahasiswa Undip cukup tinggi, dalam waktu satu minggu tercatat 90 mahasiswa yang mendaftar menjadi panitia, sementara untuk pesertanya sebanyak 114 mahasiswa, yang kemudian disaring menjadi 52 orang Diponegoro Muda,” ujar ketua pelaksana GUM Jilid III, M. Isaldi Wicaksono.

Selain melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di dalam kelas, Diponegoro Muda juga melakukan kampanye hidup bersih dan sehat kepada masyarakat Desa Panikel melalui beberapa sosialisasi, seperti sosialisasi pentingnya menggunakan alas kaki, mencuci tangan, dan cara menggosok gigi yang baik dan benar untuk anak-anak tingkat sekolah dasar, serta sosialisasi kesehatan reproduksi untuk remaja yang bekerja sama dengan Bidan dan Kader Kesehatan desa setempat. Tidak cukup sampai di situ, Diponegoro Muda juga ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan lomba-lomba dalam rangka menyambut HUT RI yang ke-70 tahun.

M. Isaldi Wicaksono berharap semoga para Diponegoro Muda tidak berhenti untuk selalu menginspirasi dan memotivasi orang lain. “Dua minggu penerjunan memang waktu yang singkat untuk dapat membuat perubahan yang besar, namun dengan waktu tersebut semoga para Diponegoro Muda dapat selalu mengingat perjalanan dan perjuangan mereka sehingga dapat melahirkan kegiatan serupa bahkan yang lebih baik,” pungkasnya. (Mei/Manunggal)