Gelar Forum, AIESEC Undip Usung Tema Kesetaraan Pendidikan

AIESEC Undip menggelar Semarang Education Forum di aula Teknik Sipil Undip, Minggu (21/2). (Clara/Manunggal)

AIESEC Undip menggelar Semarang Education Forum di aula A.101 Teknik Sipil Undip, Minggu (21/2). (Clara/Manunggal)

ManunggalCybernews—Equality Education merupakan salah satu dari tujuh belas sasaran perkembangan berkelanjutan yang dimiliki Persatuan Bangsa-bangsa (PBB). AIESEC Undip dalam acara Semarang Education Forum (SEF) mengusung sasaran perkembangan berkelanjutan tersebut melalui tema “Happiness in Equality Education for Sustainable Development”. Acara ini dilaksanakan di aula A.101 Teknik Sipil Undip, Minggu (21/2).

Perkembangan berkelanjutan dalam kesetaraan pendidikan tercapai secara bertahap di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari adanya kemudahan akses pendidikan dan kesetaraan gender. Namun, kenyataannya masih ada kesenjangan kualitas diantara setiap wilayah.

Menurut Local Committee President AIESEC Indonesia, Cleo Indaryono, dalam sambutannya, demografi masyarakat Indonesia yang mayoritas masih muda dapat dimanfaatkan. Momen yang ada dapat dijalani dengan kontribusi dari para pemuda-pemudi untuk mengatasi kesenjangan dalam pendidikan di Indonesia. Perubahan tidak akan terwujud jika orang-orang yang terjun langsung untuk membenahi kualitas yang ada masih minim.

SEF menghadirkan empat pembicara yakni Bram Suryo Kusumo selaku pendiri Pemuda Gemilang, Agung Setia Budi selaku pendiri Komunitas Harapan, Syaefoel Oeloem sebagai koordinator 1000 Guru Semarang, dan Inez Natalia Putri, mantan ketua AIESEC Kamboja 2013-2014. Mereka berbagi suka duka perjuangan dalam meningkatkan kualitas dan kesetaraan pendidikan di Indonesia maupun di luar negeri dengan cara yang berbeda-beda, seperti menyediakan beasiswa, mendirikan komunitas untuk bermain dan belajar, mendirikan komunitas peduli pedidikan pedalaman, serta menjadi sukarelawan.

“Ketika kamu bicara tentang kebahagiaan, percayalah, kamu akan mendapatkan itu dengan melakukannya. Ketika semakin banyak memberi, ketika kamu berkontribusi pada kebahagiaan orang lain, pada saat itulah kamu mendapat kebahagiaan,” ujar Inez Natalia Putri. (Clara/Manunggal)