FT Sepakat Tak Sepenuhnya Laksanakan Perrek

dekanat ft

Ormawa di Fakultas Teknik sepakat tidak sepenuhnya laksanakan Perrek No 4 Tahun 2014 tentang Ormawa. (Adi/Manunggal)

ManunggalCybernews—Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik (BEM-FT) beserta Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) di FT sepakat untuk tidak melaksanakan Peraturan Rektor No 4 Tahun 2014 tentang Organisasi Kemahasiswaan dengan sepenuhnya.

BEM-FT beserta HMJ/PS hanya menjalankan 80% dari keseluruhan peraturan yang ada di dalamnya. Menurut BEM-FT hal tersebut disebabkan karena beberapa peraturan yang ada di Peraturan Rektor tersebut tidak relevan dan tidak sesuai dengan cita-cita dan kultur Organisasi Mahasiswa yang ada di Fakultas Teknik.

Beberapa poin yang bertolak belakang adalah yang pertama, pada Ayat 1 Pasal 42 Bab XV Perrek No.4 Tahun 2014 tentang Himpunan Mahasiswa Jurusan / Program Studi yang mengatur tentang Pengurus HMJ, di mana struktur kepengurusan HMJ/PS haruslah terdapat divisi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Terdapatnya divisi PKM menurut BEM-FT akan membuat HMJ/PS menjadi gemuk dan sia-sia.

“Perubahan itu banyak, tapi sebenarnya tidak merubah apa-apa, sebenarnya semua itu sudah ada di himpunan, tapi tidak dalam bentuk divisi,” ujar Ketua BEM-FT, Aulia Hashemi.

Poin yang ke dua adalah pada Ayat 1 Pasal 43 Bab XV PerRek No.4 Tahun 2014 tentang Himpunan Mahasiswa Jurusan / Program Studi yang mengatur tentang Persyaratan Pengurus HMJ. Diatur bahwa Pengurus Inti HMJ/PS harus telah menyelesaikan LKMM Tingkat Dasar. Kewajiban telah lulus LKMM Tingkat Dasar dinilai akan menutup akses mahasiswa yang berpotensi dan kompeten untuk dapat menjadi fungsionaris.

Poin yang ke tiga adalah tidak terdapatnya bidang Kebijakan Publik (KP) dalam BEM, yang dinilai BEM-FT merupakan suatu pelemahan.

Poin yang terakhir adalah tidak teradapatnya bab sanksi yang dinilai mengindikasikan tidak keseriusan dan ketegasan Rektorat terhadap Perrek No. 4 Tahun 2014 ini. Sehingga sampai sekarang BEM-FT masih berjalan tanpa meindahkan Perrek tersebut secara keseluruhan.

“Kalau rektorat serius dengan PerRek No.4 Tahun 2014, kita akan mengajukan banding, jika tidak serius ya sudah jalani saja,” ujar Aulia. (Adi/Manunggal)