FPIK Berencana Menaikkan UKT

(Dok.Istimewa)

ManunggalCybernews–Senat Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (SM FPIK) menggelar diskusi tentang perencanaan kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) di gedung Auditorium FPIK pada Jumat (21/4) yang dihadiri oleh Dekan dan Wakil Dekan I, II, III FPIK.

Dekan FPIK, Agus Sabdono,  memaparkan pemberlakuan kenaikan UKT FPIK yang akan diterapkan untuk mahasiswa baru tahun 2017. Kenaikan tersebut direncakan akan sama seperti UKT FPIK saat tahun 2013 yakni paling tinggi Rp6,25 juta. “Pada tahun 2013 terdapat perubahan UKT di karenakan perintah dari Wakil Rektor II untuk menurunkan UKT dan pemberlakuan tersebut masih diterapkan sampai saat ini. Jadi UKT pada tahun 2014-2016 tertingginya Rp4,75 juta,” jelas Agus.

Namun, Wakil Dekan III, Irwani mengatakan tidak semua fakultas melaksanakan perintah penurunan UKT tersebut. “Pada tahun 2013 seluruh fakultas diminta untuk menurunkan UKT karena akan ada bantuan dari pemerintah. Ternyata janji itu tidak pernah terpenuhi dan hanya FPIK saja yang menurunkan UKT,” ujarnya.

Lebih lanjut, Irwani mengatakan tujuan diadakannya diskusi tersebut untuk menaikkan besaran UKT kembali seperti tahun 2013. “Pengembalian UKT ke tahun 2013 dimaksudkan untuk untuk merevitalisasi laboratorium untuk pendidikan, sarana prasarana, alokasi dana untuk UKT golongan 1 dan 2 serta kegiatan praktium, “ papar Irwani.

Wakil Dekan II, Suradi, menambahkan jika UKT tidak dikembalikan seperti tahun 2013 maka proses revitalisasi akan terhambat. “Jika tidak ada penyesuaian dan pengembalian ke UKT tahun 2013, kemungkinan sekitar 2-3 tahun sarana prasana yang rusak tidak akan bisa digantikan dengan yang baru,” ujar Suradi.

Penetapan UKT di FPIK diseleksi oleh tim kelompok kerja (Pokja) yang berisi dosen dan mahasiswa. “Penyeleksiannya itu meliputi gaji orang tua, jumlah saudara, pembayaran listrik, dan lain-lain,” tambah Irwani. (Dendi/Manunggal)