FIB Undip Adakan Sosialisasi Calon Dekan

Seorang mahasiswa yang hadir dalam sosialisasi Calon Dekan FIB periode 2015-2019, sedang mengamati formulir Penjaringan Aspirasi Mahasiswa yang diberikan panitia. (Gina/Manunggal)


ManunggalCybernews – Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro (FIB Undip) mengadakan sosialisasi calon dekan periode jabatan 2015-2019 di halaman kampus FIB, Kamis (11/9). Acara yang dimulai pukul 10.00 WIB ini dihadiri kelima calon dekan FIB guna mempresentasikan visi dan misi mereka dihadapan mahasiswa. Lima calon dekan tersebut adalah Prof Dr Sutejo K Widodo MSi, Dr Muhammad Abdullah MHum, DrRedyanto Noor MHum, Dr Ratna Asmarani MHum, Prof Dr Singgih Tri S MHum.

Dalam acara yang dibuka Pembantu Dekan I FIB, Dewi Yuliati, ini mahasiswa diberikan kesempatan bertanya untuk menyampaikan pemikirannya pada Calon Dekan FIB. Selain itu, mahasiswa yang hadir juga diberikan formulir Penjaringan Aspirasi Mahasiswa. Dengan formulir tersebut, mahasiswa dapat menyalurkan aspirasinya secara tertulis. Meski dekan dipilih senat fakultas, suara mahasiswa yang diserap dari formulir aspirasi tetap akan dipertimbangkan dan menjadi bahan referensi bagi senat fakultas.

Mulanya, rapat senat fakultas untuk Pemilihan Dekan FIB akan dilaksanakan pada 30 September mendatang. Namun, rapat ditunda sehubungan dengan Pemilihan Rektor Undip. Oleh sebab itu, hasil Pemilihan Dekan FIB akan diumumkan pada 15 Oktober.

Ketua pelaksana sosialisasi calon dekan, Yety Rochwulaningsih menjelaskan, sosialisasi yang diselenggarakan kali ini merupakan tahapan kedua.

“Tahap pertama para kandidat (calon dekan, red) diundang panitia untuk tata tertib. Ini sosialisasi kedua, tapi (antara, red) para kandidat dengan mahasiswa,” ujarnya.

Berikutnya, sosialisasi akan dilanjutkan hingga tahap ketiga, yakni penjabaran visi dan misi calon dekan pada dosen dan tenaga kependidikan.

Yety berharap acara ini dapat memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk menyampaikan pemikirannya dan masukan kepada calon dekan.

“Kepentingan mahasiswa bisa dimunculkan, termasuk aspirasi mahasiswa, pasti berbeda dengan tenaga kependidikan, supaya lebih fokus sehingga kandidat punya perhatian yang khusus. Pada akhirnya nanti, di hadapan senat, penyampaian visi misi sudah terintegrasi,” ujarnya.

Salah satu mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia, Maya Rusmayani mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat.

“Mahasiswa jadi tahu calon dekannya siapa, setidaknya mahasiswa bisa jadi pertimbangan bagi dosen-dosen yang memilih,” ujarnya. (Gina/Manunggal)