FIB Tolak Segala Bentuk Kegiatan Pemira

MMT penolakan kegiatan pemira di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) yang dipasang di depan tempat parkir FIB, Kamis (4/12). (Nina/Manunggal)


ManunggalCybernews – Berdasarkan keputusan Kongres Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) yang digelar beberapa waktu lalu, FIB menolak segala bentuk kegiatan pemilihan raya (pemira). Menurut Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIB, Dinar Fitra, keputusan yang dihasilkan pada kongres tersebut merupakan keputusan tertinggi di mana seluruh lembaga kemahasiswaan di FIB memiliki porsi suara yang sama.

“Kami sudah memutuskan melalui musyawarah saat kongres FIB. Sempat ada perbedaan pendapat. Pertama, tutup semua agenda pemira, sedangkan yang kedua menghendaki kampanye tetap berjalan, namun Tempat Pemungutan Suara (TPS) ditutup. Dan akhirnya, setelah melalui musyawarah, FIB memutuskan untuk menolak semua bentuk kegiatan pemira,” ujar Dinar ketika ditemui di Sekretariat BEM FIB, Kamis (4/12).

Dinar menuturkan, Wakil Ketua BEM FIB, Hamam, telah menyerahkan surat penolakan terhadap semua bentuk kegiatan pemira pada pihak Komite Pemilihan Raya (KPR), 28 November lalu. Dia berharap, dengan adanya penolakan ini, semua elemen organisasi yang paham politik kampus dapat segera meninggalkan keberpihakan terhadap satu golongan. Selain itu, Dinar juga berharap, mahasiswa baru dapat lebih mempunyai kepekaan sosial dan tidak skeptis.

Ketua KPR, Deni Syaputra, membenarkan pihak BEM FIB telah menyerahkan surat penolakan tersebut pada pihak KPR. Oleh karena itu, kata Deni, pihak KPR menyiapkan Tempat Pemilihan Suara (TPS) di Students Center bagi mahasiswa FIB yang ingin menyampaikan suaranya.

“Kami harus membuka TPS sesuai prosedur. Kalau tidak diperbolehkan buka TPS di lingkungan fakultas, kami buka TPS di Students Center sebagai alternatif. Kami tidak bisa memaksa pihak fakultas mengizinkan pembukaan TPS di lingkungan fakultas,” ujarnya.

Salah satu mahasiswa FIB, Verawati Triastuti mengaku tahu bahwa FIB menolak penyelenggaraan pemira di lingkungan kampus. Dia mengatakan, keputusan kongres pasti akan membawa dampak langsung bagi mahasiswa FIB.

“Buat yang mau nyoblos, jadi harus ke Students Center. Tapi saya nggak terlalu peduli, sebagai mahasiswa FIB yang pernah jadi pengurus UKM tingkat universitas, saya rasa BEM KM (Keluarga Mahasiswa, red) dan BEM FIB sama-sama nggak bisa diandalkan,” ujarnya.

Meski tidak menggunakan hak suaranya pada pemira, Vera berharap, mahasiswa yang nantinya terpilih sebagai senator merupakan mahasiswa terbaik bagi Undip. (Anis, Nina/Manunggal)