FIB Adakan Pemira

Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) mengantre untuk menggunakan suaranya dalam pemilihan raya FIB di TPS yang berlokasi di Gedung A Kampus FIB Tembalang, Selasa (30/12). (Irzal/Manunggal)


ManunggalCybernews – Fakultas Ilmu Budaya (FIB) mengadakan pemilihan raya (pemira) untuk memilih ketua dan wakil ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan senator, Selasa (30/12). Dalam pesta demokrasi warga kampus budaya ini, Komite Pemilihan Raya (KPR) FIB menyediakan tiga Tempat Pemungutan Suara (TPS), yakni di Gedung A Kampus FIB Undip Tembalang, Gedung TBL Kampus FIB Undip Tembalang, serta Gedung Diploma Kampus Undip Pleburan. Pemungutan suara Pemira FIB dilakukan mulai pukul tujuh pagi hingga sore, sedangkan perhitungan suara dilaksanakan pada malam harinya.

Dari 4.341 Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang diperoleh dari data akademik fakultas, KPR FIB hanya menyediakan 3.000 surat suara. Hal ini dikarenakan DPT tercampur antara mahasiswa yang sudah lulus dan mahasiswa yang masih menjalani masa studi. Oleh karena itu, untuk menghindari adanya kertas suara yang berlebih, KPR FIB tidak mencetak kertas suara sebanyak jumlah DPT. Lebih lanjut, untuk mengantisipasi adanya kecurangan, mahasiswa FIB yang diperbolehkan menyalurkan suaranya hanya mahasiswa yang terdaftar mulai dari angkatan 2008 hingga 2014 dan membawa Kartu Tanda Mahasiswa (KTM).

Dalam pemira ini, mahasiswa FIB memilih dua pasangan calon ketua dan wakil ketua BEM FIB, yaitu Stanisclaus Kostka dan Nailah serta Bisma Nanda dan Nisfah. Selain itu, mahasiswa FIB juga memilih tujuh calon senator yang memperebutkan lima kursi di Senat Mahasiswa FIB.

Menurut penuturan Ketua KPR FIB, Arif, waktu pelaksanaan rangkaian pemira FIB yang terbilang singkat sempat menjadi kendala bagi pihaknya. Ditambah lagi, kata Arif, adanya hari libur nasional dan minggu tenang Ujian Akhir Semester (UAS) memotong waktu efektif pelaksanaan rangkain pemira FIB. Namun, dia mengatakan, koordinasi yang baik antaranggota KPR FIB membuat pemira FIB dapat terlaksana tepat waktu. Arif berharap, pemira FIB dapat menjadikan mahasiswa FIB lebih aktif berpartisipasi dalam politik kampus, sehingga anggapan mahasiswa FIB apatis terhadap politik kampus dapat terbantahkan.

“Saya bangga bisa ikut berpartisipasi dalam pemira FIB. Semoga FIB bisa lebih baik terus ke depannya,” ujar salah satu mahasiswa FIB, Gina. (Irzal/Manunggal)