FEB Buka Program Internasional

1461416566970

International Undergratuade Program (IUP) membangun ketertarikan mahasiswa Undip. Beberapa mahasiswa tampak membaca pamflet mengenai program tersebut, Sabtu (9/4). (Intan/Manunggal)

ManunggalCybernews–Dalam upaya menjadi World Class University (WCU), pada umurnya yang ke-56, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) membuka Program Sarjana Internasional atau International Undergratuade Program (IUP). Selain untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), kelas IUP dirancang untuk memenuhi tuntutan global, di mana nantinya seluruh materi perkuliahan program ini menggunakan Bahasa Inggris sebagai pengantar dan memiliki standar kurikulum yang sama dengan sekolah bisnis di dunia.

Program tersebut diresmikan pada Senin (14/3) lalu, bersamaan dengan peresmian Gedung Laboratorium Kewirausahaan. Peresmian tersebut dihadiri pula oleh Prof Nasir, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

“IUP bukan progam studi baru, tapi merupakan bagian dari jurusan Manajemen dan Akuntansi,” ungkap Onny Dwi Sawastri, Staf Administrasi International Office.

Pendaftaran IUP akan dibuka Rabu (27/4) melalui jalur Ujian Mandiri. Materi seleksinya meliputi Undip Scholastic Test, kecakapan Bahasa Inggris melalui Diponegoro English Test, Group Discussion, dan wawancara. Nantinya, mahasiswa yang diterima akan dikenai biaya kuliah sebesar Rp20.000.000 per semester.

IUP menyediakan dua program, yakni Single Degree (Regular) Program dan Double Degree Program, serta dua program studi yaitu Bisnis Internasional dan Akuntansi. Double degree merupakan program yang memungkinkan mahasiswanya mendapatkan dua gelar setelah kelulusan, yakni dari Undip dan universitas mitra. Jaringan universitas mitra yang dimiliki Undip antara lain Saxion–University of Applied Sciences, Universiti Sains Malaysia, dan University of California.

Fajar, mahasiswa Jurusan Manajemen menyatakan, mahasiswa IUP reguler Single Degree dituntut untuk memenuhi 6 bulan studi di universitas mitra. Oleh karena itu, baik lulusan double degree maupun IUP reguler perlu memiliki kompetensi lintas budaya dan kemampuan dalam beradaptasi pada lingkungan baru untuk memenuhi tuntutan kompetisi saat ini. “Seluruh mahasiswa program IUP juga akan mendapatkan pengalaman menjadi bagian dari masyarakat global melalui program double degree atau program pertukaran pelajar internasional,” ujarnya. (Intan/Manunggal)