Fakultas Psikologi Raih Rekor MURI melalui Program Bakti pada Guru

Penyerahan piagam Rekor Muri oleh PT. Charoen Pokphand Indonesia tbk. kepada Rektor Undip, Prof. Yos Johan Utama pada Jum’at, (24/8), bertempat Aula Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro. (Mara/Manunggal)

ManunggalCybernewsUndip kembali mendaptkan rekor MURI melalui program bakti pada guru yang diberikan kepada Fakultas Psikologi. Penyerahan piagam rekor MURI didasarkan atas rekor pelatihan pendidikan karakter secara bersambung kepada guru terbanyak se-Indonesia. Penyerahan dilakukan oleh Presiden Direktur Dewan Direksi PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk, Tjiu Thomas Effendy, kepada Rektor Undip, Prof. Yos Johan Utama, yang dilanjutkan kepada Dekan Fakultas Psikologi, Hastaning Sakti, pada Jumat (24/08) berlokasi di Aula Fakultas Psikologi Undip.

Rekor MURI ini diberikan atas pencapaian Fakultas Psikologi Undip yang bekerja sama dengan PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk dalam program bakti pada guru melalui pelatihan pendidikan karakter pada sekitar 1.450 orang guru SD dan SMP di seluruh Indonesia. “Pada program ini Fakultas Psikologi terlibat dalam pembuatan modul, trainer, fasilitator, observer, dan lainnya,” jelas Hastaning Sakti.

Menurut Hastaning, pelatihan ini memang sengaja  dikhususkan untuk guru SD dan SMP.  “Dari hasil penelitian, guru SMP banyak mengalami stress karena perubahan psikologis anak SMP yang cukup berat, tetapi kemudian guru SD juga menginginkan pelatihan tersebut, sedangkan guru SMA tidak dipilih karena karakteristik siswa sudah terbentuk,” ujarnya.

Program bakti pada guru telah memasuki tahap kedua yang ditandai oleh penandatanganan perjanjian oleh PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk dan Fakultas Psikologi, di mana tahap ini melanjutkan ke kabupaten/kota yang belum didatangi, “Tentunya melanjutkan tahap pertama, masih tersisa sekian puluh atau sekian ratus kota/kabupaten dan provinsi di Indonesia  yang belum terjamah,  karena baru hampir 2000 guru dari sekian banyak guru di Indonesia walaupun tidak semuanya terjamah, jadi selalu ada kerjasama yang dilanjutkan. Yang penting adalah kontinyuitas” tambah Hastaning. (Mara,Indah/Manunggal)