EXODIS, Pencegah Musculoskeletal Disorders bagi Pekerja Industri Manufaktur

Dokumentasi Istimewa.

Tiga Mahasiswa Teknik Mesin Universitas Diponegoro dengan diketuai Taufan Anindhito Wicaksono dengan anggota: Muhammad Fachri Fadhilah dan Muhammad Yoga Prasetya, berhasil menciptakan inovasi purwarupa EXODIS (Exoskeleton Pembantu Duduk Ergonomis), yakni suatu exoskeleton pasif yang memudahkan pekerja industri manufaktur untuk duduk tanpa menggunakan kursi, sehingga mencegah pekerja manufaktur dari cedera yang diakibatkan oleh lamanya durasi bekerja dalam posisi berdiri sehingga tetap dapat mengerjakan pekerjaan dengan baik.

“Kami menciptakan EXODIS ini dengan tujuan untuk mencegah terjadinya musculoskeletal disorders (MSDs) pekerja industri manufaktur agar meningkatkan produktivitas mereka,” tutur Fachri.

MSDs merupakan gangguan yang mengakibatkan kerusakan struktur pada tendon, otot, tulang dan persendian, syaraf dan sistem pembuluh darah. Musculoskeletal disorders sangat berpengaruh pada menurunnya produktivitas dari pekerja. Permasalahan ini mengakibatkan pekerja harus istirahat di rumah (lost day) selama rata-rata 20 hari. Menurut laporan dari International Labour Office (2009) di beberapa negara, 40% dari biaya kompensasi pekerja dan 1,6% dari National Gross Domestic Product (GDP) merupakan kompensasi biaya yang berkaitan dengan MSDs.

EXODIS didesain sesuai dengan antropometri tubuh orang Indonesia, serta ergonomi posisi duduk yang ideal, sehingga alat ini sangat praktis dan tidak mengganggu pergerakan dari pekerja. Alat ini menggunakan material stainless steel tipe 201 yang memiliki keunggulan, yaitu ringan, murah, memiliki kekuatan luluh, dan tahan karat. EXODIS memiliki dimensi yang sesuai berdasarkan data antropometri orang Indonesia, adjustable serta memiliki sistem pengunci yang berbeda dibandingkan produk yang telah tersedia di pasaran. EXODIS diikat pada bagian belakang tubuh dari panggul hingga mata kaki dengan menggunakan velcro straps dan memiliki mekanisme penguncian menggunakan sistem mekanik sehingga tidak terjadi slip pada penumpunya yang dapat membahayakan pekerja industri manufaktur.

EXODIS dirancang menggunakan software SOLIDWORK 2017 dan telah berhasil dilakukan simulasi mekanisme pembebanan dan penguncian komputer menggunakan software ANSYS dengan Finite Elemen Method berdasarkan data antropometri berat dari pekerja manufaktur Indonesia sehingga memiliki kapabilitas dan realibitasnya tidak dapat diragukan lagi.

“Kami berharap inovasi purwarupa EXODIS yang telah berhasil mendapatkan dana penelitian Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta dari Kemenristekdikti tahun 2018 ini dapat bermanfaat bagi kesehatan pekerja Industri Manufaktur untuk meningkatkan produktivitasnya dalam bekerja sehingga mampu meningkatkan perekonomian bangsa ini,” ujar Taufan.

Oleh :

Muhammad Fachri Fadhilah

Mahasiswa departemen Teknik Mesin

Fakultas Teknik Angkatan 2016