Estafet Pembangunan Undip: Taman Baru bagi Civitas Akademika

Kondisi Ruang Terbuka baru yang belum selesai pembangunannya. Taman ini terletak di sebelah timur Masjid Kampus Undip Tembalang. (Foto: Cindy/Manunggal)

Joglo Pos, Edisi I Tahun 2020— Pembangunan di Undip belum usai. Setelah Taman Inspirasi, Undip kembali membangun ruang terbuka yang terletak di sebelah timur Masjid Kampus Undip. Lahan yang mulanya adalah hutan penuh pepohonan, nantinya akan beralih menjadi taman. “Memang itu (pembangunan, red) baru di mulai bulan Oktober atau November tahun kemarin (2019, red). Jadi itu belum selesai,” ujar Heru Susanto, Wakil Rektor 2 Bidang Sumber Daya saat ditemui Tim Cybernews Manunggal pada Rabu (19/2).

Menurut penjelasannya, pembangunan tersebut baru 20 sampai 30 persen dari keseluruhan rencana desain. Pemicunya karena dana yang digunakan adalah anggaran mono year tahun 2019. “Nah, itu berhenti karena untuk anggaran tahun 2019 memang sampai di situ. Nah, 2020 nanti kita lanjutkan. Rencananya akan dilanjut sekitar April,” jelas Heru.

Pengadaan ruang terbuka tersebut bertujuan untuk meningkatkan pelayanan terhadap mahasiswa. “Di situ ditetapkan untuk ruang terbuka hijau. Ada fasilitas yang memungkinkan mahasiswa bisa berkumpul di situ. Dan sebagai daerah resapan air,” tutur Hery Suliantoro, Direktur Aset Undip yang ditemui Tim Cybernews Manunggal pada Kamis (20/2).

Selain itu, lokasinya yang strategis karena diapit oleh Masjid Kampus dan Gedung ICT akan menjadi daya tarik sendiri bagi tamu dari luar Undip. “Bukan tujuan utama sih tapi juga sekaligus kan LP2MP itu banyak kehadiran siswa siswa SMA, nah itu bisa menjadi spot foto,” ujar Hery.

Rencana Fasilitas yang Disediakan

Kawasan baru yang pemanfaatannya dapat digunakan 24 jam ini –meskipun pukul 11 malam akan tetap ada petugas yang melakukan pengecekan, memiliki fasilitas mulai adanya area open theatre, gazebo atau saung, jogging track, WiFi, dan akses yang ramah disabilitas.

Sementara itu, akses masuknya dapat melalui selatan ICT dan timur Masjid Kampus. Namun, akses melalui Masjid Kampus nantinya hanya dapat dibuka pada waktu tertentu. Hal ini bertujuan agar keamanan tetap terjaga.

“Menarik mungkin kalau sudah jadi saya akan sesekali kesana. Saran saja sih kan ada tempat teater, jika ada pertunjukan mungkin bisa diperhatikan waktunya karena berdekatan dengan masjid. Harapannya juga pada taman diberikan penerangan yang memadai mengingat ada sungai disebelahnya,” tanggapan Niken Windi, salah satu mahasiswi dari Fakultas Sains dan Matematika (FSM).

Permasalahan Sungai yang Kotor

Sayangnya, sampah rumah tangga terlihat menghiasi aliran sungai yang melalui kawasan ruang terbuka itu. Heru sendiri sudah mendesain talut agar tidak menggerus tanah. Namun menurutnya, jika ingin membuat sungai bersih tidak cukup usaha dari Undip saja, melainkan tergantung pada hulunya.

Sedangkan Hery beranggapan semestinya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undip menggerakkan mahasiswa untuk peduli akan lingkungan. “Coba inisiatifnya dari mahasiswa. Lebih cepat perubahannya. Dari pada mengandalkan dari kita menjaga kebersihan, meyelesaikan pembangunan itu. Intinya merawat fasilitas kita sendiri,” ujarnya penuh harap.

Perihal Nominal dan Rencana Kedepan

Soal anggaran, Heru menyebutkan bahwa untuk pembangunan ruang terbuka ini, diperkirakan menghabiskan dana sebesar 3 miliar rupiah. “Overall mungkin untuk yang fix-nya belum kita ketahui, itu kemarin kan baru menggunakan dana sebesar 1M (1 miliar, red) untuk membongkar. Total keseluruhan kemarin butuh 3M (3 miliar, red) nanti kalau sudah jadi bagus ada saung dan lainnya,” tambah Heru.

Selain itu, dalam waktu dekat ini Undip juga sedang membangun beberapa fasilitas lain, seperti: Hutan Kampus di Fakultas Teknik (FT) dan Lapangan Basket Semi Indoor. Pembangunan Jembatan Sikatak juga akan dilanjutkan.

“Sepanjang sungai dari jembatan itu sampai waduk itu harus tertata dengan baik. Mimpi kita adalah ketika semuanya bisa berjalan melalui sungai itu sampai waduk kemudian (arah, red) balik, seperti itu kedepannya,” tambah Heru mengenai harapannya akan infrastruktur Undip.

Sebelum menutup Heru juga menegaskan, tidak hanya Undip Tembalang saja, rencananya Kampus PSDKU Undip Pekalongan juga akan ditingkatkan infrastrukturnya. Selain itu juga ada rencana pembangunan Gedung Serbaguna (GSG) yang menjadi prioritas kebutuhan saat ini. Proyek besar tersebut akan dibangun dalam jangka waktu tiga tahun, terhitung mulai tahun ini.

Penulis : Ni Kadek Ayu Cindy
Reporter : Fidya Azzahro, Ni Kadek Ayu Cindy
Editor : Winda N, Alfiansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *