ELSER, Terobosan Baru Super Kapasitor

Tim PKM-PE berpose dengan dosen pembimbing. (Dok. Pribadi)

Tim PKM-PE berpose dengan dosen pembimbing. (Dok. Pribadi)

ManunggalCybernews – Krisis energi, khususnya bahan bakar minyak yang terjadi di Indonesia belakangan ini mengharuskan sumber energi untuk beralih ke energi listrik. Hal ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Undip untuk membuat ELSER (Elektroda Super Kapasitor).

ELSER merupakan hasil Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian (PKM-PE) yang akan berlaga di ajang Pimnas 28. PKM-PE ini digagas oleh tim yang beranggotakan Alfin Darari (Fisika 2012), Arifin (Fisika 2013), Hafidh Rahman Ardiansah (Fisika 2012), Nurmanita Rismaningsih (Kimia 2012), dan Andini Novia Ningrum (Kimia 2012).

Super kapasitor adalah alat yang mempunyai kapasitas penyimpanan muatan yang sangat besar, di mana nilai kapasitansinya mencapai ribuan farad, yang memiliki rapat daya yang besar. Keunggulannya dibanding baterai adalah super kapasitor mempunyai spesifik daya yang lebih tinggi, siklus hidup yang lebih lama, dan proses pengisian-pengosongan muatan (cas dan dis cas) yang cepat dan tahan lama.”Kalau baterai kan waktu pengisian dayanya lama dan dayanya sedikit sehingga cepat habis. Sementara super kapasitor bisa menampung daya yang banyak dengan waktu pengisian daya yang relatif cepat,” kata Alfin.

Dalam pembuatan ELSER, mereka menggunakan senyawa Cnt (carbon nanotube), yakni material berukuran nanometer yang dapat meningkatkan performa super kapasitor. Keunggulan dari Cnt adalah konduktivitas listriknya jauh melampaui tembaga dan menghantarkan panas lebih tinggi dari berlian. Cnt juga mampu menghantarkan energi jauh lebih baik dibandingkan dengan seluruh material penghantar energi yang ada dan memiliki daya tahan terhadap temperatur tinggi serta lebih ringan dari aluminium. Namun, Cnt memiliki kekurangan dari segi kestabilan. Sehingga, mereka menambahkan senyawa MnO2 yang berfungsi sebagai penstabil sehingga mempercepat proses pengisian daya.

“Dengan begini, ELSER memiliki kapasitansi sebesar 7 farad/gram, lebih cepat dari baterai biasa yang hanya 2 farad/gram,” terang Alfin. Banyaknya daya yang tersimpan dalam ELSER dibanding baterai biasa akan sangat menguntungkan mereka pencinta game. “Ibaratnya, kalau baterai smartphone habis dalam dua jam buat main COC (Clash of Clans), ini bisa tahan 24 jam,” kata Nurma menambahkan.

Persiapan tim dalam menghadapi Pimnas 28 sudah mencapai 80%, termasuk di antaranya persiapan presentasi hasil PKM. “Alhamdulillah, apresiasi dan dukungan dari pihak universitas sangat besar. Harapan saya, kelak penelitian ini bisa dikembangkan lagi dan dapat diaplikasikan untuk mobil listrik,” ujar Alfin selaku ketua tim. (Rachmat, Anissa/Manunggal)