Eksotika Pohon Cemara di Selatan Yogyakarta

DSC_04601

(Foto: Nina/Manunggal)

Pantai, apabila mendengar kata tersebut tentu yang tergambar dalam benak kita ialah ombak air dan pasir, kibasan sejuknya angin yang di mana selain bisa menemani kita saat bermain juga bisa menimbulkan ketentraman jiwa. Namun, bagaimanakah bila pantai dipenuhi dengan pohon cemara? Seperti apa gambaran yang terlintas dalam pikiran Anda?

Kali ini kami, Tim Majalah LPM Manunggal, mengunjungi suatu pantai yang terletak di dusun Patehan, Gadingsari, Sanden, Kecamatan Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Berbeda dari pantai-pantai yang biasanya kita kunjungi atau yang terlintas di benak kita, pantai yang satu ini memiliki keunikan tersendiri yaitu dipenuhi dengan pohon cemara.

Kurang lebih 3 jam 30 menit perjalanan yang kami tempuh dari Semarang dengan menggunakan mobil. Akses perjalanan menuju pantai ini pun terbilang cukup mudah. Ketika kami tiba di lokasi, mata kami sudah disambut oleh cemara yang menebarkan pesona keasrian dan kesejukannya. Pada saat memasuki lokasi pantai, beberapa penjual kaki lima berjejer di sebelah kanan dan kiri jalan. Ada yang menjual kerajinan tangan, gantungan kunci, segala macam pakaian, asesoris, aneka jajanan makanan dan minuman serta warung-warung makanan lainnya.

Salah satu ciri yang membuat pantai ini menarik ialah lebatnya cemara yang memberikan efek dingin. Di pantai ini, pengunjung bisa merasakan seolah-olah dirinya berada dalam terowongan, untuk itu lah mengapa pantai ini disebut Pantai Goa Cemara. “Kalau di sini rata-rata pengunjungnya sih domestik Jogja,” ujar Parjiono pengunjung asal Bantul.

 Sejarah

Mulanya pantai ini terkenal dengan pantai yang kering dan gersang karena tidak adanya tanaman yang bisa hidup disana. Awalnya pun bukan disebut sebagai Pantai Goa Cemara melainkan Pantai Patehan. Baru saja diresmikan sebagai Pantai Goa Cemara akibat program penghijauan yang dilakukan oleh warga setempat sejak awal 2011. “Saya sering main ke sini untuk membuat kegiatan kemah pramuka. Dulu ini namanya bukan Goa Cemara tapi Pantai Patehan. Baru saja dinamakan Goa Cemara ini semenjak keberhasilan program masyarakat setempat untuk menahan abrasi,” jelas Parjiono.

Menurut informasi yang kami terima, program penghijauan ini dilakukan warga dengan menanam pohon cemara di lahan seluas 20 hektar dan pohon akasia seluas 20 hektar di pesisir pantainya. Hal ini dilakukan selain untuk menahan abrasi juga untuk menambah agar suasana pantai lebih teduh untuk dikunjungi.

Sejak pantai ini diresmikan sebagai tempat wisata yang terbuka untuk umum, Pantai Goa Cemara cukup banyak diminati pengunjung. Beberapa di antaranya berkunjung dengan membawa keluarga, teman, serta pasangan. Ada yang melakukan piknik dibawah cemara, mereka memilih posisi duduk yang tak jauh dengan pantai. Mereka menggelar tikar dan meletakkan beberapa makanan di atasnya sambil menikmati panorama Goa Cemara.

Pages 1 2