Ecobrick dan Kompos, Solusi Kurangi Sampah Rumah Tangga

Ibu PKK Desa Boyolali bersama mahasiswa KKN Undip mengelola sampah menjadi ecobrick. (Foto : Nanik/FPP)

Citizen Journalism— Ibu-ibu PKK Desa Boyolali mengikuti penyuluhan serta pelatihan mengenai manajemen pengelolaan sampah yang diselenggarakan oleh KKN Tim I Undip bertajuk, “Managemen Pengelolaan Sampah Sebagai Upaya Mengubah Perilaku Masyarakat guna Mendukung Desa Boyolali sebagai Desa Wisata.” Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (20/1), di Kantor Kepala Desa Boyolali.

Sampah merupakan bentuk konsekuensi dari adanya aktifitas manusia dan hasilnya akan berbanding lurus dengan jumlah penduduk yang ada. Sampah akan terus diproduksi selama manusia ada. Bisa dibayangkan berapa jumlah sampah yang dihasilkan di seluruh dunia. Dari rumah tangga saja sudah menghasilkan banyak sampah. Dengan adanya sosialisasi dan pelatihan mengenai manjemen pengelolaan sampah, diharapkan masyarakat Desa Boyolali mulai memanfaatkan sampah dengan baik.

Masyarakat dapat memanfaatkan sampah untuk tanaman misalnya sampah organik bisa dijadikan kompos sebagai pupuk alami. Sedangkan nantinya, sampah non organik bisa dijadikan ecobrick yang nantinya bisa dimanfatkan sebagai peralatan yang ada dirumah, dan mungkin bisa dijadikan sebagai penambah penghasilan ketika dijual.

Antusiasme ibu-ibu PKK sangat terlihat ketika tim KKN undip mulai mengajak ibu-ibu semua untuk memulai praktek secara langsung. Dari jumlah keseluruhan semua dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok mengikuti pelatihan pembuatan kompos dari sampah organik dan kelompok lainnya mengikuti pelatihan pembuatan ecobrick.

Harapannya dengan adanya kegiatan penyuluhan dan pelatihan mengenai manajemen pengelolaan sampah masyarakat terutama ibu-ibu PKK Desa Boyolali dapat lebih memaksimalkan pemanfaatan sampah terkhusus untuk sampah rumah tangga. “Kendala dalam pengelolaan sampah terutama sampah plastik yang dihasilkan ibu-ibu PKK yang juga sebagai ibu rumah tangga adalah ketidaktahuan dalam mengolahnya menjadi barang yang lebih bernilai. Sebelumnya sudah pernah ada pelatihan sampah plastik bungkus sampo, kopi dll itu jadi kerajinan tas, tetapi tidak berjalan. Namun kali ini, dengan pelatihan pembuatan ecobrick yang lebih mudah dan simple semoga bisa dijalankan terus oleh ibu ibu disini” tutur Sudarwati, Ketua PKK Desa Boyolali. (Nanik/FPP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *