Dukung Eksistensi Tradisi, Undip Selenggarakan Pagelaran Kethoprak

Para pejabat dan guru besar Undip perankan tokoh dalam Pagelaran Kethoprak Lakon Damarwulan Wisudha pada Sabtu,(10/11) bertempat di Gedung Prof. Soedarto, S.H., Undip Tembalang. (Erlin/Manunggal)

ManunggalCybernews—Pagelaran Kethoprak dalam rangka Dies Natalis Undip ke-61 turut menampilkan Rektor Undip, Prof. Dr. Yos Johan Utama dan Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sri Puryono Karto Soedarmo, pada Sabtu (10/11) di Gedung Prof. Soedarto, S.H., Undip Tembalang.

Pagelaran Kethoprak digelar sebagai perwujudan universitas dalam melestarikan seni tradisi. “Undip ingin mengambil porsi itu, menjalankan fungsi itu. Antara lain dengan mendukung eksistensi tradisi,” ujar ketua pelaksana, Dhanang Respati Puguh.

Pagelaran yang melibatkan para pejabat dan guru besar Undip ini berkolaborasi dengan perkumpulan wayang orang ‘Ngesti Pandowo’ Semarang. Selain itu, pagelaran kethoprak juga melibatkan mahasiswa Undip. “Yang main juga ada mahasiswa, Astri mahasiswa Sastra Indonesia ikut menjadi penari bedhaya. Itu mewujudkan kerja bareng seluruh civitas akademika,” tambahnya.

Lakon Damarwulan Wisudha terpilih atas usul panitia dan para pemain. “Kethoprak kali ini mengambil cerita yang bagus, Damarwulan Wisudha. Itu artinya sura dira jayaningrat lebur dening pangastuti. Orang yang berbuat jahat akhirnya akan menjadi sirna,” jelas Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sri Puryono saat ditemui tim Cybernews Manunggal.

Dalam pagelaran ini, tokoh Damarwulan diperankan oleh Rektor Undip, Prof. Dr. Yos Johan Utama. Selain itu, lawan tokoh Damarwulan, yaitu Minakjingga diperankan oleh Sri Puryono. “Kethoprak itu kan merupakan budaya asli Indonesia, khususnya Jawa. Jadi saya dengan ikut kethoprak ini ikut menguri-uri budaya kita supaya dipahami oleh masyarakat luas,” terang Sri Puryono yang sekaligus merupakan Ketua Komite Seni Budaya Nusantara Jawa Tengah

Lebih lanjut, Sri Puryono berharap pagelaran kethoprak kali ini dapat membentuk karakter generasi muda. “Jadi bagi penonton khususnya anak-anak kita milenial bisa paham ‘oh ternyata orang baik itu seperti ini, yang tidak baik seperti ini’,” tambahnya.

Panitia berharap dengan adanya rangkaian Dies Natalis Undip ke-61 ini dapat memajukan Undip dari berbagai elemen civitas akademika yang ada. “Ini merupakan perhatian kita semua yang menjadi tekad kita semua memajukan Undip,” pungkas Dhanang. (Erlin/Manunggal)