Dualisme Koalisi Partai Dipertanyakan

Dok. Istimewa


ManunggalCybernews – Dukungan yang diberikan Party of Evolution Student (PES) dan Partai Samudra pada pasangan Mizan-Alfian menuai kontroversi. Pasalnya, kedua partai tersebut mulanya berkoalisi dengan Partai Andalan, Semesta, dan Bintang Nusantara (Binus) untuk mengusung pasangan Risky-Fandi.

Aliansi Mahasiswa Independen melayangkan gugatan ke badan pengawas (banwas) terhadap Komite Pemilihan Raya (KPR) atas hal tersebut. Alhasil, Pembantu Rektor III, Drs Warsito SU, membentuk Tim Yudisial untuk menyelesaikan sengketa tersebut.

Ketua Partai Keluarga Mahasiswa (PKM), Hasan, membantah jika partainya turut melayangkan protes ke banwas mengenai hal tersebut. Namun, dia mengaku jika ada anggotanya yang mengajukan protes.

“Anggota yang protes bukan atas nama PKM, itu atas nama pribadi. Benar jika ada sedikit kesalahan harus dilaporkan, agar proses pemira berikutnya dapat berjalan dengan lurus,” ujarnya saat ditemui di Kampus Teknik Elektro, Sabtu (15/11).

Hasan menyayangkan sikap KPR yang menerima berkas pasangan Mizan-Alfian sebelum PES dan Partai Samudra mencabut berkasnya pada pasangan Risky-Fandi. Menurutnya, hal tersebut seharusnya diatur dalam petunjuk teknis pemira agar tidak menjadi rancu.

Ketua KPR, Deni Syaputra mengatakan, pihaknya memang menerima berkas pendaftaran ketua dan wakil ketua BEM KM meski belum lengkap. Deni menerangkan, berkas dapat dilengkapi dan dicabut selama masa verifikasi sehingga hal tersebut tidak menjadi persoalan.

“Kedua partai sudah mencabut berkasnya. Berkas tersebut diambil perwakilan salah satu partai karena kedua partai tersebut merupakan partai gabungan,” katanya. (Nina/Manunggal)