Dua Garis Biru, Inovasi atau Kontroversi?

(Dok. Istimewa)

Sempat menjadi kontroversi, film Dua Garis Biru garapan Gina S. Noer menjawab semua pertanyaan masyarakat dengan sangat apik. Mengangkat sesuatu yang dianggap tabu, film ini menjadi sebuah kontroversi, bahkan sempat diboikot dan dilarang untuk ditayangkan. Selama 113 menit, film ini menampilkan beberapa konflik sosial yang banyak dialami oleh beberapa kalangan di Indonesia.

Film ini dianggap tabu karena menampilkan hubungan antara Dara dan Bima yang saling mencintai satu sama lain. Namun, dari hubungan tersebut Dara harus mengalami kehamilan. Padahal, realita di Indonesia sendiri masih banyak fenomena kehamilan di luar nikah karena minimnya sex education (pengetahuan seksual) dan hubungan juga hubungan yang tidak sehat.

Jika dipahami lebih dalam, pesan yang hendak disampaikan Gina S. Noer adalah perihal sex education yang perlu digalakan agar tidak ada lagi remaja yang bernasib seperti Dara. Sayangnya, hal ini masih dianggap tabu bagi masyarakat karena menyangkut kegiatan seksual yang umumnya dilakukan oleh pasangan suami-istri. Padahal, dengan mengabil sudut padangan anak SMA yang mengalami konflik karena kehamilan yang tidak diinginkan, film ini dapat menjadi kritik dan refleksi bagi penonton. Terutama kalangan remaja agar lebih berhati-hati dalam bergaul dengan lawan jenis dan juga bagi orang tua agar lebih bijak dalam mendidik anaknya perihal sex education serta menyikapi peristiwa kehamilan tersebut dengan tidak menghakimi si anak.

Dua Garis Biru yang hingga hari keenam perilisannya sudah mencapai satu juta penonton ini masih memiliki kesempatan untuk mencapai jumlah penonton yang lebih banyak lagi. Dengan narasi  sederhana, film ini dapat menghipnotis penonton melalui konflik yang dihadirkan. Hal itu juga diimbangi dengan akting masing-masing aktor dan aktris yang sangat baik serta disajikan dengan  alur cerita yang menyentuh hati

Sayangnya, beberapa scene kehamilan dari Dara masih mengalami blunder. Hal itu terlihat pada scene yang memperlihatkan Dara saat sedang hamil. Pergerakan dari seorang ibu hamil yang harusnya berjalan secara perlahan tetapi Dara masih berjalan seperti biasa. Hal itu memang tidak terlalu disadari oleh penonton, tapi bagi seseorang yang pernah melihat atau mengalami pasti tahu detail perbedaan ketika seseorang mengalami kehamilan.

Sudahkah kalian menonton film ini? Mari sukseskan film-film Indonesia. (Rivan)