Ditemukan Dugaan Pelanggaran Pemira, Panwas: Nanti Kita Kaji

Ketua Panwas, Ahmad Zein saat dimintai keterangan terkait dugaan pelanggaran Pemira 2019 bertempat di Student Center Undip, Tembalang, Senin (18/11). (Alfian/Manunggal)

Ditemukan tangkapan layar pesan singkat oknum dosen melalui grup Whatsapp pada masa tenang Pemira 2019, Senin (18/11). Pada pesan tersebut, oknum sebagai pemangku jabatan di salah satu jurusan di Undip, menginstruksikan untuk memilih salah satu kontestan Pemira. “Mohon kepada semua ketua angkatan dan ketua kelas A. 2019, A. 2018, dan A. 2017, serta B. 2018 dan B. 2019 untuk memobilisasi mahasiswa memberikan hak suara pada Pemira, besok Selasa. Diharapkan untuk memilih kandidat dari (jurusan disamarkan),” begitulah isi pesan singkat tersebut sekaligus mencantumkan foto kontestan yang dimaksud.

Rino (bukan nama sebenarnya), sebagai salah satu anggota grup, membenarkan adanya pesan singkat tersebut dan mengaku tidak mengetahui pasti latar belakang tindakan oknum dosen itu. “Untuk pesan itu benar adanya. Terjadi hari ini sesuai dengan jam pengiriman yang tertera di gambar. Awalnya saya kurang tahu mengapa beliau bisa kirim seperti itu,” ujarnya saat dihubungi oleh Tim CyberNews Manunggal.

Menurut Ketua Panitia Pengawas (Panwas) Pemira 2019, Ahmad Zein mengatakan bahwa tindakan oknum dosen tersebut belum bisa ditentukan sebagai pelanggaran oleh Panwas. “Walaupun aku tidak bisa langsung menentukan ini pelanggaran atau engga, kalau dikaitkan dengan Perma itu kan dosen. Apakah dosen itu termasuk dalam kategori pemilih? Kalau pemilih kan jelas, seseorang yang terdaftar dalam daftar pemilih tetap yang ditentukan oleh Panlih,” ujar Zein.

Menyelisik Perma yang Ada

Ketentuan pelanggaran dan sanksi telah diatur dalam Peraturan Senat Mahasiswa Universitas Diponegoro Nomor 04 Tahun 2019 Tentang Pemilihan Umum Raya Mahasiswa Universitas Diponogoro. Mengacu pada pasal 43 tertulis bahwa melakukan kampanye lisan dan/atau tertulis atau berkelompok selama hari tenang dan selama tenggang waktu antara pendaftaran dan pengumuman verifikasi peserta di lingkungan Undip yang dibuktikan dengan adanya tindakan persuasif, brosur, pamflet dan barang bukti lainnya termasuk dalam pelanggaran ringan oleh peserta Pemira dan Tim Sukses.

Adapun yang dimaksud peserta Pemira pada pasal 1 ayat 14 adalah Pasangan Calon Ketua-Wakil Ketua BEM Undip. Untuk Tim Sukses diatur dalam ayat 16 pada pasal yang sama yaitu; sekelompok mahasiswa yang mendaftarkan diri kepada Panlih Pemira untuk membantu dalam usaha pemenangan calon Ketua-Wakil Ketua BEM Undip.

Menyikapi Adanya Instruksi Tersebut

Meski demikian, jika dikaitkan dengan himbauan Official Account Pemira 2019 terkait masa tenang –seluruh simpatisan dilarang melakukan kampanye, Zein mengatakan bahwa Panwas akan mengkaji perihal tersebut lebih lanjut. “Itu kan birokrasi, kalau kemudian ada semacam persuasi atau ajakan memilih salah satu calon nanti mungkin bisa kita kaji atau kita bahas. Pernyataan awal dari aku dosen tidak termasuk pemilih,” tambah Zein.

Menyikapi instruksi oknum dosen tersebut, Rino mengatakan tidak akan melakukannya. “Saya tidak akan melaksanakan dan mengarahkan teman-teman. Saya hanya mengingatkan teman-teman untuk menggunakan hak pilih mereka untuk tidak golput,” ungkap Rino.

Hingga tulisan ini dibuat, oknum dosen yang bersangkutan belum memberikan konfirmasi terkait hal ini. (Erlin, Alfian/Manunggal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *