Diskusi HTTS, dr. Jaka: Pandemi Menjadi Waktu yang Tepat untuk Berhenti Merokok

Ilustrasi Hari Tanpa Tembakau Sedunia. (Ilustrasi: LPM Manunggal)

Warta Utama— Sejak tahun 1987 WHO telah menetapkan 31 Mei sebagai gerakan Hari Tanpa Tembakau Sedunia atau World No Tobacco Day. Gerakan ini menyerukan kepada masyarakat dunia supaya berpuasa atau tidak merokok selama 24 jam.

Dalam memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (BEM FKM) Universitas Diponegoro mengadakan diskusi daring. Diskusi ini dilaksanakan via akun resmi Instagram BEM FKM Undip pukul 19.00-21.00 pada Senin, (31/5). Tema yang diusung dalam diskusi ini adalah “Selamatkan Nyawa Negara, Perangi Rokok!” dengan narasumber dr. Jaka Pradipta, seorang Pulmonology and Respiratory Physician.

dr. Jaka berpendapat jika pemerintah membuat kebijakan baru mengenai rokok, maka besar kemungkinan kebijakan tersebut dapat menekan laju pertumbuhan jumlah perokok di Indonesia.

“Beberapa kebijakan yang dapat diterapkan pemerintah untuk menekan angka perokok yang terus bertambah di antaranya: batasi siapa yang telah bertanggung jawab untuk merokok atau dapat dikatakan usia yang benar-benar telah siap, harga rokok dinaikkan, akses untuk mendapatkan rokok dipersulit, dan batasi marketing,” ujarnya.

Di akhir diskusi, dr. Jaka membuat pernyataan bahwa kebijakan pemerintah untuk melaksanakan new normal di tengah pandemi Covid-19 merupakan situasi yang tepat untuk seseorang dapat berhenti merokok.

“Semoga orang yang telah terlanjur merokok dapat berhenti merokok. Di Hari Tanpa Tembakau Sedunia dan pandemi Covid-19 ini menjadi momen yang tepat untuk berhenti merokok karena rokok menjadi salah satu resiko orang-orang terkena Covid,” tandasnya.

Reporter: Aslamatur Rizqiyah
Penulis: Aslamatur Rizqiyah
Editor: Winda N, Alfiansyah

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *