Diponegoro Volunteer Lawan Asap Sumatera dan Kalimantan

Aksi Peduli Asap Sumatera, ‘Semarang Melawan Asap’ di Kawasan Simpang Lima-Semarang, Minggu (20/9).  (Dok. Pribadi)

Aksi Peduli Asap Sumatera, ‘Semarang Melawan Asap’ di Kawasan Simpang Lima-Semarang, Minggu (20/9). (Dok. Pribadi)

CitizenJournalism—Mahasiswa Universitas Diponegoro yang tergabung dalam Diponegoro Volunteer (DipoVol), Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Diponegoro (BEM Undip) – Divisi Pengabdian Masyarakat merangkul seluruh elemen kampus dan warga Semarang mengikuti Aksi Peduli Asap Sumatera di Kawasan Simpang Lima-Semarang, Minggu (20/9). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian warga Semarang dalam merespons bencana asap dan kebakaran lahan dan hutan yang melanda beberapa titik di wilayah Sumatera dan Kalimantan baru-baru ini.

Menurut Yovandra, koordinator gerakan Aksi Peduli Asap Sumatera, aksi ini telah dikoordinasikan oleh Diponegoro Volunteer bersama-sama dengan seluruh elemen kampus, baik dari BEM Fakultas, UKM maupun Organisasi Kedaerahan di Undip. Koordinasi dilakukan untuk menyatukan misi kemanusiaan atas bencana yang terjadi. Yovandra berharap aksi ini dapat dilihat oleh masyarakat umum sehingga masyarakat umum turut berempati terhadap bencana asap dan kebakaran di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

“Kami memanggil seluruh warga Semarang untuk turut peduli terhadap nasib yang menimpa saudara kita di Sumatera dan Kalimantan, karena mereka merupakan bagian dari Indonesia. Pada hari Jumat nanti, setelah shalat Jumat, kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk melaksanakan shalat Istisqa’ di Masjid Kampus Undip,” kata Yovandra.

Ketua BEM Undip Risky Haerul Imam mengatakan, penggalangan dana yang dilakukan oleh mahasiswa Undip tidak hanya sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap bencana di Sumatera dan Kalimantan, tetapi juga merupakan perlawanan keras terhadap segala bentuk tindakan pelangaran hukum yang merugikan masyarakat umum. Pemerintah harus memberikan sanksi tegas bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan.

“Selamanya mahasiswa tidak akan pernah diam melihat segala sesuatu yang tidak sesuai. Sebagai mitra pemerintah yang kritis, mahasiswa siap melakukan apa pun ketika pemerintah lalai dalam mengurus permasalahan rakyatnya,” ujar Risky dalam keterangan persnya.

 

Penulis: Fanada Sholihah (Anggota Diponegoro Volunteer, Jurusan Sejarah Undip 2015)


Kanal Citizen Journalism ini merupakan media mahasiswa. Setiap berita/opini di kanal ini menjadi tanggung jawab penulis.