Dialog Kebangsaan Angkat Tema Ukhuwah Islamiyah

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Prof. Muhammad Nasir (tengah) menyampaikan materi ukhuwah islamiyah dalam Dialog Kebangsaan di Masjid Kampus Undip, Sabtu (4/7). (Dok. Istimewa)

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Prof. Muhammad Nasir (tengah) menyampaikan materi ukhuwah islamiyah dalam Dialog Kebangsaan di Masjid Kampus Undip, Sabtu (4/7). (Dok. Istimewa)

 

ManunggalCybernews—Masjid Kampus Undip menyambut bulan suci Ramadhan dengan menyelenggarakan Dialog Kebangsaan bertema Mempererat Ukhuwah Islamiah Melalui Pendidikan Moral di Masjid Kampus Undip, Sabtu (4/7). Acara ini mendatangkan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Prof. Muhammad Nasir dan Ketua Asosiasi Masjid Kampus Indonesia Prof. Hermawan Kresno Dipojono.

Terdapat tiga hal yang disampaikan Prof. Nasir perihal mempererat ukhuwah atau persaudaraan, yaitu ukhuwah islamiyah (persaudaraan sesama muslim), ukhuwah basyariyah (persaudaraan antarumat beragama), dan ukhuwah wathaniyah  (persaudaraan antarwarga negara). Prof. Nasir juga menganjurkan seluruh umat Islam untuk menjaga dan memelihara ketiga hal tersebut agar tercipta perdamaian.

“Sesungguhnya orang mukmin itu bersaudara, maka berdamailah. Ukhuwah itu penting. Ibaratnya kalau tangan kanan dicubit, tangan kiri ikut sakit,” kata Prof. Nasir.

Menurut Prof. Hermawan, rakyat Indonesia seharusnya tidak perlu bertengkar dan mempermasalahkan perbedaan, karena Tuhan telah membekali bangsa ini dengan kemampuan untuk berempati dalam kehidupan bermasyarakat yang beragam. Melalui ukhuwah, Indonesia dapat menjadi bangsa yang kuat dan menjadi pemimpin dunia, sebagaimana yang dicita-citakan dalam Undang-Undang Dasar 1945.

“Untuk jadi pemimpin dunia, kita harus sejahtera dulu agar berwibawa di mata negara lain. Selain itu, military we have to be really tough. Baru setelah itu kita bisa bicara tentang perdamaian dunia dan jadi rahmatan lil alamin,” ujar Prof. Hermawan.

Prof. Hermawan berharap dapat kembali bersilaturahmi dengan seluruh mahasiswa yang hadir, pada 400 tahun mendatang di hadapan Tuhan, dan menyaksikan Indonesia menjadi seperti yang diharapkan seluruh masyarakat. Ia juga mengajak seluruh hadirin untuk turut berkontribusi menjadikan Indonesia negara yang kuat. (Kalista/Manunggal)