Dewi Kandri, Pesona Ragam Wisata Pedesaan

Pengunjung desa wisata Kandri tampak antusias mengikuti kegiatan river tubing (Nina/Manunggal)

Pengunjung desa wisata Kandri tampak antusias mengikuti kegiatan river tubing. (Nina/Manunggal)

Desa Kandri merupakan salah satu desa wisata yang terletak di ujung barat Kota Semarang, tepatnya di Kecamatan Gunungpati. Terkenal akan keberagaman potensi alam dan kebudayaan menjadikan Desa Kandri sebagai salah satu destinasi wisata. Oleh karena itu, tidak sedikit wisatawan lokal dan mancanegara berkunjung untuk mendapatkan sensasi wisata yang jarang ditemukan di tempat lain.

Tim Tabloid Manunggal menempuh perjalanan kurang lebih 25 menit melalui rute Sampangan. Selama perjalanan, kami menemui beberapa wisata lain yang terletak di jalur menuju Desa Kandri, diantaranya Goa Kreo dan Waduk Jatibarang. Meski dekat dengan wisata terkenal lainnya,  Desa Wisata Kandri memiliki daya tarik tersendiri untuk dikunjungi bersama keluarga atau kerabat.

Desa wisata yang memiliki julukan Dewi Kandri ini merupakan desa pada umumnya yang dikelola oleh masyarakat setempat. Konsep Desa Wisata mulai terbentuk pasca keterpurukan warga setelah dibangunnya Waduk Jatibarang di lahan pertanian milik warga. Ganti rugi yang diberikan lantas tidak serta merta membuat keadaan membaik. Akhirnya, masyarakat desa Kandri yang kehilangan mata pencaharian sebagai petani berinisiatif untuk memberdayakan potensi desanya menjadi objek wisata unggulan Kota Semarang.

Inisiatif dari warga tersebut lalu ditampung oleh Pokdarwis atau Kelompok Sadar Wisata. Pokdarwis adalah satuan kelompok kerja (pokja) yang menangani desa wisata untuk membina dan melatih warga yang terkena dampak lokalisasi lahan untuk beralih profesi menjadi petugas jasa wisata. Desa Kandri kemudian diresmikan menjadi desa wisata pada 20 Desember 2012.

Desa Kandri terbagi atas 4 Rukun Warga (RW) yang membawahi 26 Rukun Tetangga (RT). Masing-masing RW memiliki ciri khas tersendiri, meliputi RW 01 yang menyediakan wisata edukasi atau Live in Kandri, RW 02 yang menyelenggarakan acara Gelar Budaya berupa tradisi Nyadran Kali dan paket wisata outbond, RW 03 sebagai kawasan pementasan kesenian dan di RW 04 pengunjung dapat menemukan ragam kuliner unik seperti kripik kulit pisang dan sego kethek. Oleh karena itu, jika Anda berkunjung ke sana, Anda akan memiliki kesempatan menikmati keragaman wisata yang disajikan oleh Desa Kandri.

Pages 1 2 3