Dee : Merasa Diberi Amanah oleh Ide

Peserta mendengarkan penjelasan Dewi Lestari tentang menulis novel dalam Semnas Jurnalistik di Gedung Litigasi FH Undip, Sabtu (3/10). (Dok. Pribadi)

Peserta mendengarkan penjelasan Dewi Lestari tentang menulis novel dalam Semnas Jurnalistik di Gedung Litigasi FH Undip, Sabtu (3/10). (Dok. Pribadi)

ManunggalCybernews—Menulis fiksi adalah sebuah proses berpikir kreatif yang menuntut penulis keluar dari kotak kecil zona nyamannya. Selain tetap konsisten menulis, menyelesaikan sebuah manuskrip tulisan fiksi juga menuntut penulis untuk banyak membaca, karena keduanya tidak terpisahkan, seperti menarik dan menghembuskan nafas. Itulah yang disampaikan penulis novel Supernova, Dewi Lestari dalam Seminar Nasional Jurnalistik bertema Break the Limit and Show Your Writing, di Ruang Litigasi Fakultas Hukum Undip, Sabtu (3/10).

Menurut Dee, kebanyakan orang membaca karya fiksi dengan tujuan mencari hiburan, akan tetapi seorang penulis perlu memperbanyak membaca dengan modus belajar. Meski banyak penulis pemula yang merasa terpengaruh gaya menulis dari berbagai bacaan, lanjut Dee, proses latihan yang terus menerus akan membuat penulis menemukan suara karakternya yang khas.

Dee menyarankan untuk mulai menulis dari sesuatu yang familiar dan untuk diri sendiri. Penulis, kata dia, tidak perlu mengkhawatirkan ide yang tak kunjung datang, karena ide akan datang sendiri pada orang yang tepat. Ketika ide telah sampai pada orang tersebut, maka ia akan minta untuk diselesaikan, seperti novel Perahu Kertas yang sempat Dee tinggalkan selama sebelas tahun. Novel itu rampung berkat ide yang mendesak Dee untuk menyelesaikannya.

“Saya nggak mencari ide, tapi saya dikasih amanah oleh ide untuk tolong selesaikan ‘saya’ sebagai novel. Relationship dengan ide itu bukan seperti pil ajaib yang bisa besok langsung jadi. Perlu proses yang panjang. Menulislah dengan jujur. Semakin jujur karya, maka semakin powerful, karena menulis itu adalah proses penyembuhan, terapeutik,” kata Dee menjelaskan. (Kalista/Manunggal)