Corona Masuk Indonesia, Gubernur Jateng : Sebarkan Cara Pola Hidup Sehat Bukan Menakut-Nakuti

Ilustrasi Corona Virus

Warta Utama Virus Corona akhir-akhir ini menjadi topik yang hangat karena merupakan jenis virus baru yang penyebarannya sudah merebak di sejumlah negara. Situasi terkini perkembangan Coronavirus Disease (COVID-19) menurut World Health Organization (WHO) per tanggal 5 Maret 2020, Negara terjangkit yang melaporkan adanya transmisi lokal sebanyak 37 negara. Sedangkan negara lain hanya melaporkan kasus import (memiliki riwayat bepergian, red) dari Cina dan/atau belum ada transmisi lokal di negaranya.

“Total kasus konfirmasi COVID-19 global per tanggal 5 Maret 2020 adalah 93.333 kasus, 80.565 kasus diantaranya dilaporkan dari Cina (tersebar di 34 wilayah termasuk Hong Kong SAR, Macau SAR, dan Taipei), dengan 83,7% kasus konfirmasi dari Cina berasal dari Provinsi Hubei.” Dikutip dari laman Kementerian Kesahatan Republik Indonesia.

Kasus Virus Corona di Indonesia pertama kali diumumkan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020. Di Indonesia, sampai pada tanggal 5 Maret, terhitung 450 orang diperiksa dari 45 Rumah Sakit di 23 Provinsi. Hasil pemeriksaannya, 4 orang positif COVID-19, 422 orang negatif (188 orang kru kapal World Dream), dan 24 sampel masih dalam proses pemeriksaan. Dari kasus positif, kasus pertama merupakan kontak erat dari kasus konfirmasi ke-24 di Malaysia dan merupakan warga negara Jepang. Kasus kedua, ketiga, dan keempat merupakan ibu dari kasus pertama.

Sehubungan dengan mulai munculnya kasus positif Virus Corona (COVID-19) di Indonesia dan beberapa negara, Universitas Diponegoro melakukan antisipasi dengan mengeluarkan surat edaran No. 9/ UN7.P/SE/2020 yang berisi imbauan kepada seluruh sivitas akademika sebagai berikut :

  1. Menangguhkan segala perjalan luar negeri khususnya ke negara yang terdampak Virus Corona sampai batas waktu yang tidak ditentukan termasuk di dalamnya adalah negara yang menjadi tempat transit dalam perjalanan tersebut
  2. Menangguhkan penerimaan delegasi internasional khususnya dari negara-negara yang terdampak Virus Corona sampai batas waktu yang tidak ditentukan
  3. Perjalanan luar negeri yang bersifat mendesak wajib, harus mendapatkan persetujuan rektor
  4. Kepada seluruh sivitas akademika Universitas Diponegoro yang baru saja melakukan perjalanan luar negeri khususnya ke negara-negara yang terdampak Virus Corona harap membatasi interaksi fisik dengan sivitas Universitas Diponegoro lainnya selama 14 hari sejak kepulangannya ke Indonesia
  5. Secara aktif melakukan kewaspadaan influenza termasuk COVID-19 dan SARS di unit kerja masing-masing dengan melakukan :

a. Pemahaman informasi yang cukup (literasi kesehatan) tanpa membuat panik;
b. Menyediakan fasilitas cuci tangan menggunakan sabun/handrub di setiap ruang/tempat-tempat strategis;
c. Menghimbau petugas cleaning service lebih menjaga kebersihan tempat-tempat yang sering dijangkau publik
menggunakan disinfektan larutan kaporit 0,1% standar WHO;
d. Menginformasikan hal-hal tersebut kepada seluruh sivitas akademika Universitas Diponegoro

“Seharusnya kita juga bersikap tenang dalam menghadapi Virus Corona karena saya yakin pemerintah juga bisa menghadapi hal ini dengan upaya-upaya yang preventif dan tepat,” ujar Marcell, mahasiswa Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip.

Masyarakat saat ini juga sudah banyak yang mengupayakan berbagai usaha pencegahan agar tidak tertular virus Corona. Seperti menggunakan masker bagi yang sedang sakit dan selalu mencuci tangan setelah keluar rumah atau membawa hand sanitizer kemanapun pergi.

“Upaya pencegahan dengan menjaga daya imun tubuh juga sangat penting dengan cara mengonsumsi makanan yang bergizi seperti sayur-sayuran dan buah-buahan serta rajin berolahraga,” ujar Siti Qonita, mahasiswi Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip..

Pemerintah juga mengawasi penjualan masker dikarenakan banyak oknum yang menimbun lalu menjual masker dengan harga berkali lipat.  “Saya peringatkan, jangan mempermainkan stok dan harga masker! Jangan mancing di air keruh jika tidak ingin berurusan dengan hukum! Saat ini Polda Jateng telah bergerak. Kepada masyarakat, jangan panik. Jika tidak mengalami gejala tertular Corona, tidak memakai masker tidak bermasalah. Jaga kebersihan dan kesehatan. Sekarang sebarkan cara pola hidup sehat bukan menakut-nakuti,” imbau Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo lewat akun sosial media instagram miliknya.

 

Penulis : Nabilah Lathifah

Editor : Winda Nurghaida, Alfiansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *