Cinta Lingkungan, Mahasiswa Undip Manfaatkan Minyak Jelantah menjadi Sabun

Sabun olahan limbah minyak jelantah (Dok. Pribadi)

Salah satu limbah rumah tangga yang paling sering ditemui adalah minyak jelantah. Minyak jelantah merupakan jenis limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Masyarakat pada umumnya membuang minyak jelantah di selokan atau saluran pembuangan air. Minyak jelantah yang dibuang ke saluran air dapat menyebabkan penyumbatkan jika minyak yang dibuang memadat. Selain itu, pembuangan minyak jelantah ke saluran air dapat mengganggu ekosistem air, mencemari air tanah dan lingkungan. Salah satu cara membuang minyak jelantah yaitu dengan memasukannya ke dalam botol plastik dan dibuang bersama limbah yang tidak dapat didaur ulang. Cara lainnya yaitu dengan memasukkan minyak jelantah ke dalam kaleng bekas lalu dibekukan dan dibuat bersama limbah yang tidak dapat didaur ulang.

Mahasiswa KKN Undip mempraktikkan pengolahan limbah minyak jelantah menjadi sabun. (Dok. Istimewa)

Cara terbaik untuk mengolah minyak yaitu dengan memanfaatkan minyak jelantah menjadi bentuk lain yang berguna. Pemanfaatan minyak jelantah yang sudah banyak dilakukan adalah biodiesel, biogasoline, pupuk, bahan bakar lampu, lilin dan biofuel. Mahasiswa Tim II KKN Undip Desa Tirem 2019 memanfaatkan minyak jelantah menjadi sabun. Penyuluhan dilakukan oleh Faradina Azahra Z mahasiswa program studi Kimia. Penyuluhan ini dilaksanakan di Balai Desa Tirem pada 17 Juli 2019 dalam forum bulanan PKK.  Bahan untuk membuat sabun terdiri dari minyak jelantah, soda api (NaOH), air dan essens atau pewangi. Essens yang digunakan dapat berupa sari pandan maupun sari jeruk yang mudah diperoleh.

Sabun ini nantinya dapat diproduksi secara massal dan dijual di pasaran. Modal dalam pembuatan sabun termasuk murah karena hanya perlu membeli soda api dan pewangi. Masyarakat antusias saat menerima penyuluhan karena dapat mengolah limbah menjadi produk yang lebih bermanfaat. Melalui kegiatan penyuluhan ini diharapkan dapat memberdayakan masyarakat agar lebih produktif khususnya ibu-ibu rumah tangga.

Nilla Kurnia R

Mahasiswa Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran