Cegah Curanmor dengan Sistem Keamanan Karya Mahasiswa Undip

(Dok. Istimewa)

(Dok. Istimewa)

Tidak sedikit mahasiswa yang sehari-harinya menggunakan sepeda motor untuk berpergian. Saat mengendarai motor, pengendara wajib membawa dua kelengkapan administratif dalam berkendara, yakni SIM dan STNK. Akan tetapi ada saja mahasiswa yang belum memiliki SIM, atau sekalipun sudah memiliki mereka masih sering ceroboh atau malas untuk membawanya saat berkendara. Tentu saat dilakukan pemeriksaan oleh pihak kepolisian, pengendara yang tidak membawa surat kelengkapan dengan akan ditilang. Pengurusan pasca penilangan tersebut bisa dibilang merepotkan bagi mahasiswa yang umumnya berjadwal padat.

Di sisi lain, maraknya pencurian sepeda motor (curanmor) di berbagai tempat, khususnya di lingkungan Undip Semarang membuat resah sebagian besar mahasiswa yang tinggal di daerah sekitar kampus. Meskipun sudah dikunci ganda, semakin hari para pelaku curanmor semakin lihai dalam melancarkan aksinya. Tidak dibutuhkan waktu lama bagi mereka untuk dapat menjalankan aksi curanmor tersebut.

Lima orang mahasiswa Teknik Elektro Undip, yakni Joshua Harbangan, Betantya Nugroho, Diana Murianti, Denti Agustina Damayanti, dan Indah Nurul Washilah menciptakan prototype alat pengaman sepeda motor baru yang diberi nama MODISS. MODISS (Motorcycle Dual Identification Security System) merupakan sistem keamanan dengan menggunakan dua kartu RFID (Radio Frequency Identification) yang mirip dengan sistem pengunci pada kamar hotel. Dengan sistem ini, pemilik kendaraan hanya dapat mejalankan sepeda motor ketika ia memasukkan kartu yang valid.

(Dok. Istimewa)

(Dok. Istimewa)

MODISS menggunakan dua RFID sensor yang dihubungkan pada pengendali mikro Arduino UNO. Kemudian, sistem tersebut dihubungkan pada sistem kelistrikan pada pengapian sepeda motor. Sistem hanya akan menyalakan sistem pengapian sepeda motor ketika kedua kartu yang diinputkan valid atau terdaftar. Rencananya, kartu tersebut berupa SIM dan STNK elektronik yang kemungkinan diterapkan pada tahun-tahun kedepan. Jika kartu tidak valid maka sistem tidak akan bekerja dan mesin motor tidak akan bisa dihidupkan. Apabila dilakukan pembukaan paksa atau pembobolan, maka alarm peringatan akan berbunyi.

Tim berharap sistem MODISS ini dapat diimplementasikan secara nyata untuk menjadi upaya dalam pengamanan sepeda motor sekaligus meningkatkan kedisiplinan dalam berkendara. Tim juga berharap ada kerjasama antara produsen sepeda motor dan pihak kepolisian dalam memodernisasi sistem keamanan dan administrasi kendaraan bermotor.

Joshua Harbangan D. P.
Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro
Fakultas Teknik