Calon Senator Minim, Panlih Kaji Ulang Juknis

kawal pemira

 

ManunggalCybernews—Panitia Pemilihan (Panlih) telah melaksanakan verifikasi berkas calon senator pada Jumat (4/12), bertempat di Sekretariat Panlih. Pelaksanaan verifikasi berkas yang dimulai sejak pukul 16.16 hingga 20.15 ini dihadiri oleh Panitia Pengawas (Panwas) dan calon senator yang merupakan perwakilan dari UKM maupun Senat Mahasiswa Fakultas (SMF).

Sistem perwakilan dari masing-masing UKM yang terverifikasi maupun SMF yang baru dilaksanakan pada Pemira tahun ini rupanya menemui beberapa hambatan. Salah satunya adalah kurangnya minat dari UKM untuk mengirimkan delegasinya. Tercatat dari puluhan UKM, hanya tiga UKM yang mengirimkan calon senator yakni Indahnya Persaudaraan Islam (Insani), Menembak, dan Korps Suka Rela (KSR).

“Hal ini sangat mungkin karena UKM merupakan organisasi mahasiswa yang mewadahi lebih kepada minat dan bakat,” tanggap Wakil Ketua I Senat Mahasiswa, Imam Suhada yang ditemui Jumat (4/12) di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM).

Sedangkan SMF yang mendelegasikan calon senator antara lain Fakultas Teknik (FT), Fakultas Sains dan Matematika (FSM), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP), Fakultas Psikologi (FPsi), Fakultas Kedokteran (FK), dan FKM dengan masing-masing dua calon senator. Sementara Fakultas Ekonomika dan Bisnis mendelegasikan satu calon senator.

Tahap verifikasi berkas menetapkan salah satu delegasi FPsi tidak lolos, serta satu delegasi FT yang lolos dengan bersyarat. Dengan demikian, jumlah calon senator yang dinyatakan lolos, sementara ini berjumlah 20 orang.

Perihal jumlah calon senator yang terbilang masih minim, Panlih berencana akan mengkaji ulang Peraturan dan Petunjuk Teknis (Juknis) Pemira 2015. “Kami akan mengkaji Juknis lagi, dan mencoba berkomunikasi lagi dengan pihak-pihak yang terlibat Pemira seperti Senat dan BEM, karena masih banyak miss yang terjadi. Dan untuk hasilnya seperti apa nanti akan kami publish,” papar Wakil Ketua Panlih, Tito Rizky. (Astrid/Manunggal)