Bobroknya Fasilitas Kampus, Salah Siapa?

Universitas merupakan gerbang terakhir bagi mahasiswa sebelum masuk ke dunia persaingan yang sesungguhnya. Mahasiswa dituntut untuk mematangkan prinsip dan mengembangkan kemampuannya agar dapat bersaing di kancah global. Untuk itu, mahasiswa membutuhkan fasilitas kampus yang memadai untuk dapat menyuplai kebutuhan mahasiswa dalam mencapai kesuksesan.

Namun sayang, ekspektasi mahasiswa terhadap universitas menurun bahkan merosot akibat fasilitas yang seharusnya dapat membantu mahasiswa dalam berkembang, kondisinya justru memprihatinkan. Kursi-kursi kuliah beberapa kondisinya sudah goyang dan rusak, bahkan seringkali mahasiswa terpaksa menarik kursi dari ruangan lain agar dapat mengikuti kelas. Korden yang terpasang juga sudah banyak yang lepas sehingga kelas terlihat tidak rapi.

Sebagai mahasiswa Jurusan Sastra Inggris, saya prihatin dengan kondisi laboratorium bahasa yang seharusnya dapat menunjang pembelajaran mata kuliah listening, justru terkesan tidak layak. Banyak kabel headset yang rusak dan putus, serta banyak coretan tidak bermutu di meja. Hal ini tentu menimbulkan kekecewaan yang berujung pada pertanyaan: siapa yang bertanggungjawab terhadap hal ini?

Melihat besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dibayarkan mahasiswa setiap semesternya, mahasiswa semestinya berhak mendapatkan dan menuntut haknya.Pihak universitas seharusnya memberikan feedback kepada mahasiswa berupa penyediaan fasilitas yang layak dan pengecekan secara berkala untuk memastikan bahwa fasilitas yang tersedia dapat berfungsi dengan baik. Selain itu, dengan melakukan pengecekan berkala, pihak universitas dapat segera memperbaiki kerusakan yang ada sehingga proses pembelajaran berlangsung maksimal.

Namun, perlu disadari bahwa perawatan terhadap fasilitas tidak serta merta menjadi kewajiban pihak universitas sepenuhnya. Mahasiswa sebagai pemakai fasilitas pun berperan untuk menjaga dan merawat fasilitas dengan penuh kesadaran serta tanggung jawab dengan menggunakan fasilitas secara hati-hati dan tidak mencorat-coretnya. Apabila kerja sama ini dapat terealisasikan dengan baik, serta kesadaran untuk menjaga segala fasilitas telah tertanam dalam setiap pribadi, tentu fasilitas yang ada akan terjaga dan bertahan lebih lama. Selain dapat memaksimalkan proses belajar, hal ini juga dapat menghemat sekian rupiah yang dialokasikan untuk perbaikan, sehingga dana yang ada dapat digunakan untuk kepentingan lain, dana penelitian misalnya.


 

 

Oleh:

Anissa Dyah Pertiwi

Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris FIB Undip

111111

 

 

 

 


 

Kanal Opini ini merupakan Media Mahasiswa. Setiap berita/opini di kanal ini menjadi tanggung jawab Penulis.