Blora Kerap Kekeringan, Mahasiswa Undip Ajarkan Solusi

(Dok. Pribadi)

(Dok. Pribadi)

Blora kerap dilanda kekeringan ketika musim kemarau. Hal ini mendorong lima mahasiswa Undip dari Tim Program Kegiatan Mahasiswa (PKM) E-GAS (Education Green and Science) tergerak untuk memberi solusi kekeringan air pada murid-murid sekolah dasar di Blora.

“Bapak saya kalau cari air di tengah hutan. Jaraknya sejauh 5 km, dan itu antri bisa sampai 3 jam,” ujar Kholif, salah satu siswa kelas 5 SDN 2 Temuireng.

Mahasiswa Undip mengajarkan cara pembuatan lubang biopori pada beberapa sisi dari sumber air sumur. Biopori yang diisi dengan sampah organik tersebut dapat menjadi lubang resapan air tanah. Selain itu, lubang biopori juga dibuat pada beberapa tanaman pohon. Sampah organik yang merupakan isian dari lubang biopori diharapkan sekaligus menjadi pupuk bagi tanaman tersebut.

Kegiatan yang menggunakan metode playing and practice ini merupakan salah satu dari serangkaian kegiatan penanaman rasa cinta lingkungan dan pelestarian hutan di  SDN 2 Temuireng, Jati, Blora pada Minggu (17/4). Melalui kegiatan ini, Tim E-GAS berharap dapat menanamkan pemahaman pada para siswa mengenai biopori dan manfaatnya.

“Saya senang sekali mengetahui manfaat dan bagaimana cara membuat biopori,” ujar Adit, salah satu siswa.

Eva Yulianti 
Mahasiswa Jurusan Fisika 
Fakultas Sains dan Matematika