Bloodtanol, Solusi Atasi Limbah Pisang Berdarah

Dokumentasi Istimewa.

Indonesia adalah negara agraris yang mengandalkan sektor pertanian sebagai salah satu sumber pendapatan negara. Pisang merupakan salah satu komoditas pertanian yang patut untuk diperhatikan. Indonesia sebagai negara pengekspor tertinggi di kawasan Asia dengan menguasai pasar sebesar 50%. Produksi pisang di Indonesia pada tahun 2013 mencapai 6,28 juta ton dengan 100.000 hektar luas lahan yang berpusat di pulau Jawa.

Produksi pisang di Indonesia tidak dapat maksimal salah faktornya adalah serangan hama dan penyakit. Salah satu penyakit tanaman pisang yang berbahaya dan sangat merugikan adalah penyakit darah. Penyakit pisang berdarah disebabkan oleh Bakteri Blood Disease atau BDB. Penyakit pisang tersebut dapat dilihat dengan indikasi bercak hitam pada buah dan berlendir. Serangan penyakit BDB hingga saat ini belum dapat diatasi dengan maksimal. Penyakit BDB yang menyerang pada pisang menyebabkan pisang tidak dapat dimanfaatkan karena menyerang hampir seluruh bagian tanaman. Serangan penyakit BDB sangat cepat dan mengakibatkan kegagalan panen 20 – 100 % dalam satuan lahan.

Tanaman pisang yang sudah terjangkit BDB tidak dapat digunakan dan akan menjadi limbah bagi lingkungan. Penangan serius terkait limbah pisang berpenyakit ini perlu dilakukan mengingat jumlahnya yang besar dan selalu ada pada lahan produksi. Disamping masalah limbah, Indonesia dewasa ini juga dihadapkan pada kebutuhan bahan bakar yang selalu meningkat namun tidak diimbangi dengan ketersediaan yang dimiliki. Bahan bakar minyak diperoleh dari minyak bumi yang keberadaannya tidak dapat diperbaharui. Melihat realitas yang ada, mahasiswa Undip menawarkan solusi untuk memanfaatkan limbah tanaman pisang terjangkit BDB (Blood Disease Bacterium) sebagai bahan alternatif bioethanol.

Tiga mahasiswa Undip yang tergabung dalam tim PKM PE saat ini sedang melakukan penelitian untuk mengikuti kompetisi seleksi Pimnas ke-31. Tim yang bernama Bloodtanol beranggotakan Nanik Nurhana, Dimas Panji Oktaviant, dan Aulia Fitriana Ardhyatul Jannah merupakan mahasiswa dari program studi Agroekotenologi Undip.

Berawal dari permasalahan yang ada di lingkungan tempat tinggal salah satu anggota, yaitu Nanik Nurhana, pisang berpenyakit BDB berjumlah banyak dan belum ada pemanfaatan secara maksimal. Pengolahan limbah pisang tersebut dijadikan sebagai bioethanol karena memiliki potensi kandungan karbohidrat yang tinggi, yang merupakan bahan baku pembuatan etanol. Bahan yang dimanfaatkan adalah buah pisang dan bonggol yang memiliki kandungan karbohidrat tinggi.

Pembuatan etanol dari pisang berpenyakit ini dengan cara ektraksi, fermentasi dan destilasi sehingga diperoleh etanol. Harapan tim Bloodtanol penelitian terkait pemanfaatan limbah pisang ini dapat menjadi solusi bagi lingkungan serta menjawab kebutuhan bioethanol masyakat.

Oleh :

Nanil Nurhana

Mahasiswa Program Studi Agroekoteknologi

Fakultas Peternakan dan Pertanian Angkatan 2016