BLH Semarang Resmikan Program Kantong Plastik Berbayar

Pemkot Semarang melalui Badan Lingkungan Hidup resmikan program kantong plastik berbayar dalam sosialisasi Kota Bebas Sampah 2020, di arena Car Free Day (CFD) Simpanglima Semarang Minggu (21/2). (Intan/Manunggal)

Pemkot Semarang melalui Badan Lingkungan Hidup resmikan program kantong plastik berbayar dalam sosialisasi Kota Bebas Sampah 2020, di arena Car Free Day (CFD) Simpanglima Semarang Minggu (21/2). (Intan/Manunggal)

 

 

ManunggalCybernews—Bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Semarang laksanakan sosialisasi Kota Bebas Sampah 2020 sekaligus meresmikan program kantong plastik berbayar, Minggu (21/2). Launching plastik berbayar dilakukan serentak di 22 kota di Indonesia. Kendati demikian, program tersebut baru akan dimulai pada 29 Februari mendatang.

Menurut Sekretaris BLH Kota Semarang, Gunawan Wicaksono, penetapan kantong plastik berbayar membutuhkan proses bertahap agar masyarakat tidak kaget. “Pemerintah juga melakukan polling untuk melihat reaksi masyarakat Semarang terhadap penetapan ini,” jelas Gunawan.

Edaran harga kantong plastik berbeda di berbagai kota, yaitu berkisar antara Rp200 hingga Rp500. Cakupan harga yang tidak terlalu tinggi ini bertujuan untuk menghindari protes masyarakat. Selanjutnya, BLH akan melakukan transparasi dana yang terkumpul dari kantong plastik dan akan dialokasikan untuk perbaikan lingkungan Kota Semarang.

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) turut mendukung program ini. Aprindo berjanji akan menyumbangkan kantong plastik mulai hari ini hingga 25 Februari pada seluruh masyarakat. Tidak hanya itu, beberapa perusahaan swasta juga menyuarakan dukungan dengan menyumbangkan kaos, makanan, dan banner.

“Program kantong plastik berbayar diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mengurangi konsumsi kantong plastik. Dengan demikian, volume sampah anorganik di Indonesia bisa turun dan program Indonesia Bebas Sampah 2020 dapat tercapai,” tambah Gunawan. (Uti/Manunggal)