BEM KM Gelar Diskusi Persma se-Undip

Produser MNCTV, Indra, menyampaikan pendapatnya mengenai dinamika pers mahasiswa dalam Diskusi Persma se-Undip di Halaman Students Center, Kamis (26/11). (Fadhila/Manunggal)


ManunggalCybernews – Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Diponegoro (BEM KM Undip) menggelar Diskusi Pers Mahasiswa (Persma) se-Undip yang digelar di Halaman Students Center, Kamis (13/11). Acara bertajuk Peran Persma dalam Pemilihan Rektor ini menghadirkan Prof Sunarso (Sekretaris Senat Undip), Indra (Produser MNCTV), dan Taufik Aulia Rahmat (Presiden BEM KM) sebagai panelis.

Acara yang dihadiri belasan perwakilan persma se-Undip ini dimulai dengan penjelasan Taufik mengenai peran BEM KM dalam mengawal pemilihan rektor. Taufik mengatakan, sejak awal tahun, BEM KM telah menggandeng BEM fakultas untuk mengawal pemilihan rektor. Dia juga menyebutkan, pada rapat pimpinan BEM se-Undip, ada usulan agar pengawalan pemilihan rektor turut melibatkan persma.

“Sarannya, di kepengurusan tahun depan, ada rapat koordinasi persma dan BEM se-Undip dan kalau bisa, isu yang ada di Undip diinvestigasi dan dipublikasi dengan lebih masif,” ujarnya.

Setelah Taufik menyampaikan penjelasannya, Prof Sunarso memaparkan mengenai progres pemilihan rektor kedua. Prof Sunarso menuturkan, surat dari menteri untuk pemilihan rektor pengganti Prof Nasir belum diterima. Hal ini mengakibatkan pemilihan rektor kedua belum bisa dilaksanakan. Terlebih, belum ada kepastian apakah akan dilakukan pemilihan rektor ulang atau pengangkatan secara langsung.

Prof Sunarso optimistis, jika dilakukan pemilihan rektor ulang, jumlah pendaftar akan lebih banyak dari sebelumnya. Menurutnya, hal ini dikarenakan pada pemilihan rektor sebelumnya, Prof Nasir merupakan calon kuat sehingga banyak dosen potensial yang takut kalah saing.

“Ada delapan fakultas yang sudah memilih dekan baru, masa jabatannya habis pada 15 Januari. Mungkin nanti ada dekan terpilih yang daftar jadi rektor. Itu manusiawi,” tuturnya.

Usai pemaparan dari Prof Sunarso, Indra menyampaikan pandangannya mengenai peran persma dalam mengawal isu pemilihan rektor. Baginya, persma se-Undip seharusnya memiliki ketertarikan lebih dibanding pers profesional terhadap isu pemilihan rektor. Hal ini, menurut Indra, dikarenakan persma tidak hanya memiliki peran untuk sekadar memberi informasi, melainkan juga menjadi penghubung antara mahasiswa dengan pihak rektorat.

“Saya harap, di sini teman-teman belajar sebagai pers umum yang seharusnya meminta porsi di media masing-masing ketika melihat isu pemilihan rektor,” katanya.

Setelah Indra menyampaikan pandangan serta sarannya terhadap dinamika persma, acara diakhiri dengan sesi tanya-jawab. (Nina/Manunggal)