BEM FKM Nyatakan Sikap Netral terhadap Pemira

1447904627378

 

ManunggalCybernews—Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (BEM FKM) menyatakan sikap netral terhadap berlangsungnya pemilihan umum raya (Pemira). Pernyataan ini dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) BEM FKM Undip No. 014/SK/KE/XI/2015 yang ditetapkan pada 26 November lalu.

Ada beberapa ketentuan mengenai batasan netral yang diatur oleh BEM FKM, yaitu pengurus BEM FKM Undip 2015 tidak menjadi tim sukses (Timses) pada salah satu dan/atau semua pasangan calon, tidak memberi dukungan secara terbuka dalam bentuk apapun baik secara langsung maupun tidak langsung (memberi KTM, dukungan melalui media apapun, tidak ikut serta dalam pembuatan media kampanye, dukungan secara persuasif), dan hanya memiliki hak dukung saat pemungutan suara dan doa.

“Pernyataan ini dibuat untuk menjaga stabilitas dan kondisi internal BEM,” ujar Anugrah Febrino Balwa, Wakil Ketua BEM FKM.

Lebih lanjut, Febrino mengungkapkan bahwa keputusan ini juga merupakan bentuk pernyataan moral untuk tetap independen. Selain itu, BEM FKM juga belajar dari pengalaman tiga tahun sebelumnya ketika terjadi perpecahan internal dalam BEM karena ketidaknetralan dalam pemira.

Meskipun demikian, pengurus BEM FKM tetap dapat memberikan dukungan secara terbuka. “Pengurus yang ingin menjadi timses bisa melapor pada kami. Setelah itu, kami akan membuat surat bebas tugas untuk pengurus tersebut selama menjadi anggota timses. Kami menyebut hal ini pemutihan,” papar Ketua BEM FKM, Ilham Maulana.

Apabila terjadi suatu pelanggaran, mekanisme pemberian sanksi akan diputuskan oleh Badan Pengurus Harian (BPH) sesuai tingkat pelanggaran tersebut. Sanksi yang diberikan dapat berupa pemberian Surat Peringatan (SP) maupun pemutihan secara paksa. (Ayu/Manunggal)