BEM FKM Dukung Pemberlakuan Cukai 57% pada Vaporizer

BEM Fakultas Kesehatan Masyarakat sedang menjelaskan tentang Vape pada acara diskusi umum “Polemik Pemberlakuan 57% Cukai pada Vaporizer” pada Rabu,(14/3) di Gedung E FKM Undip

ManunggalCybernews—Vaporizer atau yang biasa dikenal sebagai vape semakin merajalela di kalangan masyarakat Indonesia. Vape termasuk dalam golongan produk yang berasal dari hasil pengolahan tembakau, dan mulai tanggal 1 Juli 2018 nanti, vape akan dikenai cukai sebesar 57%. Menanggapi hal tersebut bidang Sosial dan Politik (Sospol) BEM Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) mengadakan diskusi umum bertajuk “Polemik Pemberlakuan 57% Cukai pada Vaporizer”  pada Rabu, (14/3), di Gedung E FKM Undip.

Vape merupakan rokok elektrik yang dapat menghantarkan bahan kimia melalui uap. Vape di Indonesia muncul sejak tahun 2012 dan mulai dikenal masyarakat luas sekitar 1 atau 2  tahun setelahnya. “Vape berkembang luas dan menyebar ke Indonesia mulai tahun 2013/2014 sampai sekarang,” ujar Octavia Rizki, Kepala Divisi Tobacco Control Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia  (ISMKMI) Wilayah III.

Muslim, Koordinator Bidang Eksternal BEM FKM 2017, mengungkapkan bahwa pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan nomor 146 tahun 2017 menetapkan cukai 57 % dari harga jual eceran pada Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL). “Salah satu dari HPTL tersebut adalah vape. Walaupun tidak dijelaskan secara langsung, tetapi vape masuk di dalamnya. Peraturan ini diharapkan bisa membatasi dan menekan dampak negatif yang ditimbulkan dari penyebarannya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Muslim menyetujui adanya pemberlakuan cukai ini. “Cara ini dinilai cukup efektif apabila semua juga ikut menggalakkannya,” tuturnya. Karena dianggap berbahaya, lanjut Muslim, bukan hanya di Indonesia yang menetapkan pembatasan pada vape tersebut, tapi negara lain juga sudah membatasi penjualan dan peredarannya. “Sudah ada 17 negara yang mulai memberlakukan pembatasan umur pada penjualan vape, sehingga hanya orang dengan usia tertentu saja yang bisa membelinya,” jelasnya. (Indah/Manunggal)