BEM FISIP Gelar Talk Show Kebangkitan Nasional

ManunggalCybernews – Dalam rangka menyambut Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada 20 Mei lalu, BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Undip menggelar talk show bertajuk Bangkitkan Indonesia di Auditorium FISIP Undip, Rabu (21/5). Talk show ini dihadiri beberapa tokoh, seperti Irine Gayatri (Pengamat Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), Andrinof Chaniago (Pengamat Politik Nasional), Sukirno (budayawan), dan Sudjiwo Tedjo (budayawan).

Sebelum dimulai, talk show dibuka oleh Teater Dipo. Dalam talkshow yang dihadiri sekitar 300 mahasiswa tersebut, masing-masing pembicara memaparkan makna hari kebangkitan nasional. Menurut Andrinof, kebangkitan nasional mempunyai makna bangkit dari ketinggalan. Dia menjelaskan, bangsa Indonesia adalah bangsa yang tertinggal.

“Kalau lihat ke bawah, kualitas manusia, produktivitas ekonomi bangsa Indonesia, benar-benar tertinggal. Kalau kita tidak bisa memanfaatkan kekayaan alam yang ada, itu berarti kita sakit,” tuturnya.

Sementara itu, Sukirno berargumen, sebagai bangsa Indonesia kita harus menjadi lokomotif, bukan menjadi gerbong. “Jadilah pemimpin seperti lokomotif yang bisa mengendalikan laju kereta, jangan jadi pengekor atau pengikut seperti gerbong yang hanya bisa mengikuti laju kereta,” ujarnya.

Senada dengan Sukirno, Sudjiwo Tedjo menjelaskan, paradigma bangsa Indonesia perlu diubah. Dia merasa heran ketika masyarakat merasa bangga Candi Borobudur dikunjungi seorang tokoh terkenal dari luar negeri. Dia beranggapan, seharusnya cara berpikir masyarakat Indonesia tidak seperti itu. Menurutnya, seharusnya justru tokoh terkenal dari luar negeri yang beruntung karena sempat mengunjungi Indonesia. “Kita harus bangkit dari rasa minder,” katanya.

Sementara itu, Irine Gayatri mengatakan, mahasiswa dapat berperan aktif dalam mewujudkan kebangkitan nasional dengan bergabung dalam organisasi-organisasi yang ada di kampus. Di dalam organisasi, banyak hal yang dapat dipelajari seperti berpendapat, berdiskusi, dan mewujudkan gagasan dalam sebuah karya.

Sebelum talk show ditutup dengan penyerahan plakat kepada para pembicara, acara dilanjutkan dengan hiburan dari Mbak FISIP 2014, Safira. Selain itu, para pembicara pun turut unjuk kebolehan seperti Sukirno yang membaca puisi bertema nasionalisme dan Sudjiwo Tedjo yang bernyanyi sambil bermain gitar. (Klaudia/Manunggal)