BEM Fakultas Psikologi Selenggarakan Diskusi Publik 2014

Indragiri Amriel, S Psi, M Crim memaparkan materi dalam Diskusi Publik 2014 yang digelar BEM Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro di Gedung PKK, Sabtu (21/6). (Indras/Manunggal)


 

ManunggalCybernews – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro menyelenggarakan Diskusi Publik 2014 bertajuk Psikologi Forensik: Remaja, Asmara dan Kekerasan di Gedung Pemberdayan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Semarang, Sabtu (21/6). Acara tersebut merupakan program kerja tahunan Departemen Kebijakan Publik BEM Fakultas Psikologi Undip.

“Tujuan acara ini sejalan dengan jargon yang kami angkat yaitu, remaja Indonesia berkarya untuk negeri,” tutur Adnan, ketua pelaksana acara.

Acara ini menghadirkan Ari Tris Ochtia, S Psi, Psikolog Lapas Kedung Pane sebagai pembicara pertama. Okta memberi materi terkait visi-misi serta kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan warga binaan Lapas Kedung Pane.

Selain Okta, panitia juga mengundang Reza Indragiri Amriel, S Psi, M Crim. Dia adalah psikolog forensik yang sempat menangani kasus Ade Sara dan Emon. Berbeda dengan Okta, Reza yang menjadi pembicara kedua mempunyai cara tersendiri untuk memberikan materi. Dia melempar pertanyaan-pertanyaan memberi suatu kasus yang dijadikan bahan diskusi peserta.

Salah satu peserta acara, Arini, mengaku tertarik dengan tema yang diangkat panitia.

“Aku tertarik dengan berita-berita remaja jaman sekarang. Maka dari itu, saat mendapat info mengenai Diskusi Publik tentang remaja, asmara dan kekerasan aku langsung daftar,” tuturnya.

Selain pemaparan materi dan diskusi, panitia menyajikan suguhan hiburan berupa tari saman dari Indepandance, komunitas seni di Fakultas Psikologi, serta dua lagu keroncong yang dinyanyikan Iriantika, mahasiswi Psikologi Undip. (Indras/Manunggal)