BELAJAR MATEMATIKA SAMBIL BERMAIN DENGAN KARTIKA

Dokumentasi Istimewa.

KARTIKA (Kartu Matematika) merupakan PKM Pengabdian Masyarakat yang dicetuskan oleh lima mahasiswa Departemen Statistika Undip. Kelima mahasiswa itu adalah Isna Wulandari, Jody Hendrian, Indri Puspitasari, Felinda Arumningtyas dan Rina Br Siahaan. Kurangnya minat siswa sekolah dasar dalam belajar matematika menjadi salah satu alasan mereka membuat inovasi ini.

Inovasi yang mereka gagas adalah sebuah mainan kartu layaknya kartu remi namun penomoran kartunya disusun dengan operasi hitung matematika seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Selain itu, juga terdapat materi matematika lain seperti angka romawi dan geometri.

Dalam bermain KARTIKA siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 4-6 siswa. Permainan dilakukan dengan cara membagi kartu sampai habis kepada semua anggota kelompok, kemudian mereka diminta untuk memasangkan kartu yang memiliki nomor yang sama. Jadi mereka harus bisa menjawab operasi hitung matematika yang ada di kartu untuk bisa memasangkan kartu.

Ketika bermain kartu, setiap siswa juga diminta untuk mengoreksi jawaban dari temannya, apabila temannya salah memasangkan kartu mereka harus membenarkan agar permainan dapat berjalan dengan lancar. Dan apabila ada temannya yang kesulitan untuk mengerjakan operasi hitung yang ada di kartu semua anggota kelompok diminta untuk membantu. Hal ini dilakukan untuk membangun kepedulian di antara siswa SD.

Kartu Matematika ini diajarkan pada siswa kelas 4 dan 5 SD Islam Pangeran Diponegoro yang beralamat di Jalan Jatimulyo, Pedalangan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang pada Kamis, 26 April 2018. Program ini mendapat respon yang baik dari Kepala Sekolah, guru, serta siswa. Pada saat pelaksanaan kegiatan para siswa antusias untuk bermain KARTIKA.

Kegiatan pembelajaran dengan KARTIKA dibagi menjadi tiga bagian. Yang pertama, yaitu pre test. Lalu, dilanjutkan dengan pelaksanaan kegiatan, yaitu proses pembelajaran dengan bermain Kartu Matematika, dan yang terakhir, yaitu post test.

Hasil yang didapat cukup baik, rata-rata nilai siswa dari kelas 4 meningkat, dari awal saat pre test yaitu 89,09 dan menjadi 94,24 saat post test. Pada siswa kelas 5, rata-ata nilai saat pre test yaitu 75,56 dan meningkat menjadi 81,67 saat post test.

Diharapkan dengan adanya KARTIKA, belajar matematika dapat menjadi hal yang menyenangkan untuk pada siswa sekolah dasar. Dengan demikian, mereka dapat lebih bersemangat untuk belajar matematika karena belajar bisa juga dilakukan sambil bermain.

Oleh : Isna Wulandari

Mahasiswa Jurusan Statistika

Fakultas Sains dan Matematika