Bawang Goreng Rasa, Peluang Bisnis Ibu-Ibu Desa Sumberarum

Aktivitas Tim KKN Undip bersama ibu-ibu PKK Desa Sumberarum. (Foto: Defanny, Thania/Tim KKN Undip)

ManunggalCybernews— Sumberarum merupakan salah satu desa di Kecamatan Jaken, yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani. Bawang merah menjadi hasil pertanian yang paling melimpah dari desa ini. Hasil panen bawang merah dijual pada pengepul dan dijual ke pasar-pasar yang ada di luar kota, termasuk pasar Johar, Semarang.

Pada Selasa (4/2), Ibu-Ibu PKK Desa Sumberarum mengikuti acara pelatihan pembuatan bawang goreng aneka rasa yang merupakan serangkaian program dari KKN Undip yaitu Multidisiplin. Tujuan dari pelatihan ini yakni untuk memberdayakan masyarakat sehingga dapat lebih produktif. Selain itu, bawang goreng merupakan komoditas desa Sumberarum yang besar, serta cara pengolahan bawang goreng rasa relatif mudah dilakukan. Apalagi sasaran pada program ini merupakan ibu-ibu PKK yang dapat dikatakan sudah tidak asing lagi dalam memasak bawang goreng. Bawang goreng rasa dihadirkan dalam 4 macam varian rasa yaitu asli (original), keju, barbeku, dan balado.

Proses pembuatan bawang goreng rasa memerlukan beberapa alat dan bahan diantaranya seperti kompor, wajan, saringan, minyak, bawang merah, bumbu rasa, tepung maizena dan kemasan ziplock. Bawang merah yang sudah diiris direndam dalam air yang dicampurkan dengan garam. Kemudian bawang merah dimasak hingga berwarna kecoklatan dan ditiriskan hingga minyaknya berkurang dengan tisu penyerap minyak. Hal ini dilakukan agar bawang goreng lebih renyah dan bertahan lebih dari satu hari. Hal ini terbukti dalam hasil pembuatan bawang goreng yang dilakukan pada saat kegiatan program multidisiplin ini dilaksanakan.

Usai pembuatan bawang selesai, hal yang perlu dilakukan yaitu pemasaran produk. Salah satu caranya yaitu menggunakan kemasan ziplock supaya terlihat menarik dan kedap udara agar dapat bertahan lebih lama. Pada pelatihan ini juga diajarkan cara memasarkan produk melalui platform e-commerce Shopee. Dengan adanya media online ini mempermudah transaksi antara pembeli dan penjual yang tidak harus bertatap muka secara langsung. Pemasaran melalui platform e-commerce juga memberikan keuntungan dalam proses pembelian juga menjadi lebih mudah.

“Harapan saya dengan adanya pelatihan pembuatan bawang goreng rasa dari mahasiswa KKN bisa memberikan peluang bisnis kepada ibu-ibu rumah tangga,” ujar Purwatiningsih selaku Kepala Desa Sumberarum. (Defanny, Thania/Tim KKN Undip)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *