Bank Sampah ‘Resik Asik’ Pengelolaan Sampah Non-Organik Desa Manyargading

(Dok.Istimewa)

Bank Sampah ‘Resik Asik’ merupakan program multidisiplin yang dijalankan oleh Tim II KKN Undip 2018 yang terdiri atas sembilan anggota, yaitu Ardine Hasna Savira dari jurusan Manajemen, Hafida Salma dari jurusan Ilmu Kelautan, Luhung Bagas Paragan/Teknik Geologi, Nada Amirotul Fatini/Administrasi Bisnis, Nazila Tsalisati Hadaita/Kedokteran, Rehnalem Septiwi Tarigan/Ilmu Kelautan, Riyani Marwulandari/Manajemen Sumber Daya Perairan, Rizky Nur Rahma Amalia/Teknologi Hasil Perikanan, dan Ryansani Oktavian /Ilmu Pemerintahan.

Program Bank Sampah ‘Resik Asik’ ini terdiri atas serangkaian agenda, secara urut, yaitu sosialisasi kepada warga, pengecatan karung sampah non-organik, dan pembagian karung sampah non-organik kepada warga desa. Sosialisasi diadakan dengan maksud dapat memberikan wawasan kepada warga mengenai dampak buruk penumpukan sampah non-organik, serta menjelaskan perbedaan antara sampah organik dan non-organik. Kegiatan sosialisasi juga disertai dengan pembagian karung sampah non-organik secara simbolis kepada perwakilan perangkat desa. Pengecatan karung sampah non-organik kemudian dilakukan selama kurang lebih satu minggu, dan dibagikan kepada warga desa selama dua hari. Setelah sampah non-organik terkumpul, warga dapat menyetorkannya kepada pengurus karang taruna Desa Manyargading, dan diberi ganti berupa uang sesuai dengan berat sampah non-organik yang disetorkan. Semua transaksi penyetoran sampah non-organik akan tercatat dalam buku tabungan yang juga dirancang oleh Tim II KKN Undip.

Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan pada Jumat, (3/8) merupakan kegiatan pembuka bagi terlaksananya program multidisiplin Bank Sampah ‘Resik Asik’. Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh para perangkat desa, para Ketua RW dan RT, para tokoh masyarakat, perwakilan organisasi desa, dan beberapa warga.

Pemilihan program multidisiplin ini didasarkan pada hasil survei Tim II KKN Universitas Diponegoro 2018 yang dilakukan pada minggu pertama setelah diterjunkan ke desa. Menurut survei yang dilakukan, masih terdapat banyak sampah non-organik yang dibuang sembarangan sehingga menambah tumpukan limbah di sungai dan menimbulkan bau serta pemandangan yang tidak mengenakan. Oleh karena itu, Tim II KKN Undip bekerja sama dengan karang taruna Desa Manyargading memilih program pengolahan sampah non-organik sebagai program multidisiplin.

Program multidisiplin ini diharapkan dapat menumbuhkan keinginan warga untuk senantiasa bijak dalam melakukan pemilahan sampah organik dan non-organik, serta tidak lagi membuang sampah-sampah non-organik yang sulit terurai sembarangan.

Rizky Nur Rahma Amalia

Mahasiswa Departemen Teknologi Hasil Perikanan

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan