Bangun Tembalang, Warga Mangunharjo Pelajari Cara Pengelolaan Sampah

Masyarakat Mangunharjo belajar membuat tas dari kaos bekas sebagai solusi dalam mengurangi sampah plastik di Aula Kelurahan Mangunharjo, Tembalang, Minggu (27/3). (Jazaak/Manunggal)

Masyarakat Mangunharjo belajar membuat tas dari kaos bekas sebagai solusi dalam mengurangi sampah plastik di Aula Kelurahan Mangunharjo, Tembalang, Minggu (27/3). (Jazaak/Manunggal)

 

ManunggalCybernews–Warga Kelurahan Mangunharjo mempelajari cara pengolahan sampah organik dan anorganik dalam kegiatan Gerakan Bangun Tembalang (GERBANG), Minggu (27/3). Kegiatan tersebut diadakan oleh Bidang Kerjasama dan Pengabdian Masyarakat BEM Undip, yang dalam pelaksanaannya juga turut menggandeng Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (KOPHI).

“Masyarakat di sini masih acuh tak acuh dengan sampah kerena mereka belum paham bagaimana memanfaatkannya,” ungkap Yuliatun, Lurah Mangunharjo.

Untuk mengatasi permasalahan sampah, Kelurahan Mangunharjo mendirikan bank sampah. Bank sampah tersebut dikhususkan untuk sampah anorganik. Pengumpulan sampah di bank sampah bisa dilakukan setiap Rabu dan Minggu. Apabila sudah terkumpul, sampah tersebut akan diolah sesuai kreativitas warga Mangunharjo, misalnya dengan mengolah baju bekas dan botol plastik menjadi tas, seperti yang dipraktikkan KOPHI dalam kegiatan tersebut.

“Sampah dibakar itu tidak akan menyelesaikan permasalahan, justru sebaliknya. Sebaiknya sampah diolah, itu lebih bermanfaat,” ungkap Irfan, perwakilan KOPHI.

Tahap akhir dari acara berkelanjutan ini adalah Pembinaan Mandiri, di mana hasil kerajinan dari pengolahan sampah harus memiliki nilai ekonomis. BEM Undip berencana menggenalkan hasil produk warga Mangunharjo kepada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Semarang.

“Gerakan ini tidak selesai hanya satu hari. Gerakan ini akan berkelanjutan sampai November nanti,” ujar Deka, ketua panitia. (Intan, Jazaak/Manunggal)