Bambang Widjojanto Hadir dalam Aksi Pengawalan Putusan PTUN

Bambang Widjojanto memberikan orasi di atas truk milik pihak yang menolak pembangunan PT Semen Indonesia, Kamis (16/4). (Nina/Manunggal)

Bambang Widjojanto memberikan orasi di atas truk milik pihak yang menolak pembangunan PT Semen Indonesia, Kamis (16/4). (Nina/Manunggal)

ManunggalCybernews—Aksi pengawalan hasil putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) pembangunan PT Semen Indonesia dilakukan di depan kantor PTUN Semarang, Kamis (16/4). Aksi ini diikuti oleh massa yang pro dan kontra. Pihak pro sudah berada di lokasi sejak pagi dengan menggunakan payung merah putih berlogo Semen Gresik. Sementara pihak kontra datang dengan melakukan longmarch dari depan Museum Ronggowarsito menuju PTUN Semarang.

Aksi pengawalan putusan ini berjalan dengan tertib dan damai. Pihak kontra terus menyampaikan berbagai orasi yang berisi penolakan pembangunan pabrik semen karena sangat mengancam keseimbangan lingkungan dan warga dapat kehilangan mata pencaharian mereka. Sementara pihak pro menolak untuk memberikan orasi.

Di sela-sela orasi, tak disangka mantan wakil ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto hadir di tengah massa dan memberikan orasi singkat. Bahkan, dia menyampaikan orasi di atas truk yang dibawa oleh warga Rembang. Dalam orasi singkatnya, Bambang menyampaikan keprihatinanya dengan berbagai keputusan yang tidak berpihak kepada rakyat.

“Saya sangat salut dengan perjuangan para rakyat Rembang, terutama perjuangan dari ibu-ibu sekalian. Semoga hasil keputusan nanti adalah yang terbaik bagi rakyat,” kata Bambang.

Hasil putusan sidang yang dipimpin oleh Majelis Hakim Susilowati Siahaan menyatakan, gugatan yang diajukan tidak sah karena diajukan lebih dari 90 hari dari izin pendirian pabrik semen terbit. Gugatan ini dianggap kedaluwarsa. (Windi/Manunggal)