APVASK, Mengeringkan Ikan Menggunakan Variasi Sudut Kemiringan Matahari

Tim APVASK berfoto bersama mitra usaha saat sosialisasi.  (Dok. Pribadi)

Tim APVASK berfoto bersama mitra usaha saat sosialisasi. (Dok. Pribadi)

ManunggalCybernews—Proses produksi ikan asin memerlukan lahan yang luas untuk proses pengeringannya, namun lahan yang sempit membuat produktivitas berkurang. Proses pengeringan juga berlangsung lama karena hanya mengandalkan sinar matahari. Berawal dari hal tersebut, mahasiswa Jurusan Teknik Mesin dan Oseanografi, mencetuskan Alat Pengering Ikan Dengan Tiga Variasi Sudut Kemiringan (APVASK).

Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Penerapan Teknologi ini, dibuat oleh Sigit Arrohman (Teknik Mesin), Septian Hadinata (Teknik Mesin), Muhammad Khafid I.K (Oseanografi), dan Arvin Khoirul Anam (Teknik Mesin).

Alat ini menggunakan model matahari dengan sudut kemiringan untuk mengantisipasi lahan yang semakin sempit, sehingga dapat mempersingkat proses pengeringan ikan. Pengeringan secara tradisonal membutuhkan waktu 16 jam, sedangkan alat ini hanya membutuhkan waktu 6 jam. Penggunaannya pun mudah dan praktis karena dapat dibongkar pasang.

Sigit Arrohman, Ketua tim APVASK, berharap alat ini bisa segera memperoleh hak paten, publikasi internasional, dan bekerjasama dengan dinas terkait, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat luas. (Citra/Manunggal)