Antawirya Raih Peringkat Lima di Ajang SEMA 2016

Tim Antawirya Undip mengikuti kompetisi internasional Shell Eco-Marathon Asia (SEMA) di Manila, Filipina. (dok. pribadi)

Tim Antawirya Undip mengikuti kompetisi internasional Shell Eco-Marathon Asia (SEMA) di Manila, Filipina. (dok. pribadi)

 

ManunggalCybernews—Tim Antawirya Undip kembali bertanding dalam kompetisi internasional Shell Eco-Marathon Asia (SEMA). Tahun ini, Antawirya meraih peringkat lima di kompetisi yang diadakan pada Kamis-Jumat (3-6/3) di Manila, Filipina tersebut. Tim Urban Consept Gasoline Antawirya berhasil mendapatkan peringkat tersebut setelah memperoleh efisiensi paling tinggi yaitu 77 km/liter pada percobaan keempat.

Ini merupakan tahun ketiga keikutsertaan Antawirya dalam kategori urban concept gasoline. Tahun lalu, Tim Antawirya juga meraih peringkat lima dalam kategori yang sama. Namun, saat itu mobil Antawirya hanya meraih efisiensi 53 km/liter. “Sebenarnya target kita 100 km/liter. Waktu di kampus paling tinggi 84 km/liter,” ujar M Sri Radityo, ketua Tim Urban Gasoline.

Selain mengikuti urban concept gasoline, Tim Antawirya juga mengikuti kategori lomba prototype gasoline. Namun, dalam kategori protopye gasoline mobil Antawirya hanya mampu menyelesaikan 9 dari 10 tahap inspeksi sehingga mobil tidak bisa melakukan run.

Menurut Radityo, total waktu persiapan untuk SEMA 2016 adalah 6 bulan, yaitu 4 bulan untuk riset dan 2 bulan untuk pengerjaan mobil. Proses pengerjaan dilakukan di laboratorium proses produksi Teknik Mesin dengan bimbingan dosen masing-masing kategori yaitu Moch Ariyanto sebagai dosen pembimbing Urban Consept Gasoline Team dan Wahyu Caesar, PhD sebagai dosen pembimbing Prototype Gasoline Team. “Selama proses pengerjaan, kami dibimbing oleh dosen, karena tahun ini kita mempersiapkan dua mobil untuk SEMA dan dua mobil untuk kompetisi nasional,” papar Wildan, ketua Tim Prototype Gasoline.

Lebih lanjut, Radityo mengungkapkan setelah berakhirnya kompetisi SEMA, Tim Antawirya akan melakukan beberapa modifikasi pada mobil dan persiapan untuk berpartisipasi dalam SEMA 2017 dan kompetisi tingkat nasional.

“Saat ini kami masih menggunakan sistem karburator, tapi rencananya tahun depan kita bisa ganti dengan mesin injeksi. Selama ini dana kita fokuskan ke hal lainnya seperti meringankan berat body menjadi 135 kg. Kendalanya, mesin injeksi dan prosesor untuk mengontrol mesin masih mahal. Targetnya, kita jadi juara,” ujar Radityo. (Clara/Manunggal)