Angka Partisipasi Pemira 2016 Naik 10%

Ilustrasi: Adi/Manunggal

Ilustrasi: Adi/Manunggal

ManunggalCybernews—Pemilihan Raya (Pemira) Undip 2016 tengah menuju titik akhir. Setelah berakhirnya masa banding, Panlih mengungkapkan terjadinya peningkatan jumlah partisipasi pada Pemira tahun ini. Angka partisipasi mahasiswa Undip untuk memilih calon ketua dan wakil ketua BEM Undip memang tidak mencapai target Panlih sebelumnya, yakni sebanyak 15.000 pemilih. Namun, Panlih menyatakan indeks jumlah partisipan mencapai 30% dari total seluruh mahasiswa Undip. Angka ini memiliki kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 20%.

“Sebenarnya target itu untuk memotivasi kita ya. Jika kita bandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya yang partisipasinya tidak mencapai 10 ribu, sekitar delapan ribuan, ini merupakan capaian yang luar biasa meskipun belum mencapai target kita. Yang penting kita bisa menyalurkan aspirasi mahasiswa di Undip,” papar Muhammad Agil Ramadhan, Ketua Panlih.

Sementara itu, pasangan calon nomor 1 Jadug Trimulyo Ainul Amri dan Aang Munawar Soleh resmi menjadi ketua dan wakil ketua BEM Undip terpilih dan akan dilantik pada 10 Desember mendatang. Panlih menyatakan, selama masa banding tidak ada laporan apapun yang masuk. Maka, hasil yang ditetapkan adalah pasangan nomor 1 memperoleh 8777 suara, sedangkan pasangan nomor 2 mendapatkan 4212 suara. Berdasarkan hasil perhitungan, total surat suara masuk yang ada sejumlah 13485 dari 18270 surat suara keluar. Selisih antara jumlah tersebut merupakan jumlah surat sisa dan surat suara rusak.

“Dari hasil itu, kita sudah menetapkan. Tadi sempat membacakan juga SK mengenai penetapan BEM bahwa berdasarkan rekapitalusiasi suara, yang menang adalah pasangan nomor 1,” jelas Zahra Qurrota’ Ayun, sekretaris Panlih saat ditemui pasca Sidang Penetapan Hasil Pemira, Sabtu (19/11).

Selain menetapkan ketua dan wakil ketua BEM Undip terpilih, Panlih juga memaparkan nama-nama Senator Undip terpilih. Berdasarkan keterangan Panlih, dari 40 calon senator yang mendaftar, dua di antaranya tidak lolos dengan alasan ketidaklengkapan berkas.“Seleksi senator Undip itu hanya lewat verifikasi berkas. Nah, yang dua itu tidak melengkapi berkas sampai batas akhir. Satu dari Kronik, satu lagi dari Futsal,” ujar Zahra. (Ayu/Manunggal)