Anak Muda Ramaikan Acara Ndamel Wayang Sangkar Seni

20150606_113133

Para peserta membuat wayang dalam kegiatan Ndamel Wayang di Gedung Kesenian Sobokartti, Sabtu (6/6). (Adi/Manunggal)

ManunggalCybernews—Rangkaian kegiatan acara Sangkar Seni 2015 di Gedung Kesenian Sobokartti pada hari kedua, Sabtu (6/6) diawali dengan kegiatan Ndamel Wayang atau yang dalam Bahasa Indonesia berarti membuat wayang. Kegiatan ini dihadiri oleh pelatih pembuatan wayang dari Sobokartti, Ponco.

Menurut ketua acara, Windariani, selama ini ada banyak orang yang membuat wayang, tetapi dimodernisasi sehingga menghilangkan keaslian budaya Jawa.

“Tujuan dari acara ini untuk mengenalkan cara membuat wayang yang benar. Bahkan, dari pemilihan warna dan ukiran-ukiran pun ada yang memang harus sesuai dengan pakem Jawa,” kata Windariani.

Peserta difasilitasi dengan alat tulis, duplex, dan cat untuk membuat dan mewarnai wayang. Selain itu, peserta juga dapat membawa pulang wayang buatan mereka.

Kegiatan yang tidak memungut biaya ini, mengundang tingginya animo peserta. Oleh karena itu, kegiatan yang semula direncanakan berlangsung satu sesi ini, diperpanjang menjadi dua sesi, dari sekitar pukul sembilan pagi hingga setengah dua siang.

“Filosofi sangkar seni itu bukan sesuatu yang mengungkung, melainkan wadah bagi mereka yang memiliki interest dan respect terhadap kesenian, serta memiliki keinginan untuk melestarikan kebudayaan. Jadi, diharapkan kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini, sehingga masyarakat lebih mengenal dan mencintai budayanya sendiri,” kata Windariani.

Ndamel Wayang dimeriahkan oleh peserta dari berbagai kalangan, termasuk turis asing dan Denok Kenang Semarang.

“Bagus acaranya, bisa mengajak anak muda untuk mencintai budayanya sendiri,” ujar Preistia, salah satu peserta kegiatan ini. (Ayu, Adi/Manunggal)